Mewujudkan Wisata Pendakian Aman di Gunung Rinjani
📅 Minggu, 06 Jul 2025, 18:21 WIB | Oleh: Opik
Doc: Istimewa
MATARAM - Kasus kematian pendaki asal Brasil bernama Juliana Marins yang terperosok ke jurang sedalam 600 meter di lereng menuju puncak Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat, beberapa waktu lalu membuka mata semua pihak untuk membenahi tata kelola wisata pendakian agar aman dan nyaman.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menginstruksikan kepada Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) untuk segera membuat prosedur kerja baku agar tidak ada lagi pelancong yang kecelakaan, saat mendaki Rinjani, gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia tersebut.
"Ini sedang kami benahi secara serius karena sekali lagi tidak boleh berjudi dengan nyawa. Kita tidak sedang mengumpulkan PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak) dengan kemudian membuat nyawa orang lain terancam," ucapnya, saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI pada awal Juli 2025.
Gunung Rinjani memiliki ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut (mdpl) yang masuk dalam wilayah tiga kabupaten, yakni Lombok Timur, Lombok Utara, dan Lombok Tengah. Gunung itu, kini menyandang status level II atau waspada.
Laman Magma Indonesia milik Badan Geologi mencatat aktivitas kegempaan di Gunung Rinjani selama 90 hari terakhir mayoritas berupa gempa tektonik jauh, gempa tektonik lokal, dan gempa vulkanik dalam.
Sebaiknya Anda baca juga:
Plang informasi atau signboard saat ini masih terbatas di Gunung Rinjani. Kementerian Kehutanan berkomitmen segera menambah plang informasi agar mudah dipahami, terkait zona merah yang berbahaya, zona kuning butuh kehati-hatian, dan zona hijau yang diperbolehkan untuk dikunjungi oleh para pelancong.
Pemerintah bersama kelompok sukarelawan "Rinjani Squad" menyiapkan satu jalur khusus, selain jalur Sembalun di Lombok Timur, yang diperuntukkan sebagai jalur pencontohan untuk wisata pendakian standar internasional di Indonesia.
Bukan untuk pemula
Sebaiknya Anda baca juga:
Aktivitas pendakian gunung tergolong ke dalam wisata minat khusus karena melintasi medan berat dan ekstrem. Para pendaki umumnya adalah orang-orang yang menyukai alam dan petualangan, sehingga membutuhkan persiapan fisik dan mental.
Balai Taman Nasional Gunung Rinjani menyatakan wisata pendakian Gunung Rinjani diperuntukkan bukan untuk kalangan pendaki pemula. Kondisi lingkungan yang terjal, cuaca ekstrem, suhu dingin menusuk tulang, jarak tempuh yang jauh, dan gunung berapi aktif hanya untuk orang-orang terlatih serta terbiasa mendaki gunung.
Pemeriksaan awal pintu masuk pendakian ke depan tidak lagi hanya sebatas dokumen data diri dan kesehatan, tetapi juga riwayat gunung mana saja yang sudah ditaklukkan oleh pelancong.
Ketika pelancong belum pernah mendaki gunung dan langsung ingin menaklukkan Gunung Rinjani, maka petugas pintu masuk berhak meninjau ulang agenda pelancong dan mengarahkannya untuk mendaki puncak gunung lain atau bukit terlebih dulu.
Terdapat tujuh puncak yang familiar, dikenal Seven Summits di Lombok, yaitu Puncak Rinjani setinggi 3.726 mdpl, Puncak Sempana 2.329 mdpl, Puncak Lembah Gedong 2.200 mdpl, Puncak Kondo 1.937 mdpl, Puncak Anak Dara 1.923 mdpl, Puncak Pergasingan 1.805 mdpl, dan Puncak Bao Ritip setinggi 1.500 mdpl.
Selain Rinjani, puncak-puncak itu juga memiliki keindahan yang tidak kalah memukau. Ketika kemarau, tampak rumput dan padang savana menguning, serupa hamparan ladang persawahan saat memasuki musim panen, begitupun sebaliknya saat musim hujan, hamparan rumput hijau membentang bagai permadani.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!