Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mewujudkan Wisata Pendakian Aman di Gunung Rinjani

📅 Minggu, 06 Jul 2025, 18:21 WIB | Oleh:

Kebijakan menyaring pelancong memang harus dilakukan demi keselamatan dan kenyamanan wisata pendakian, sekaligus upaya mendongkrak kunjungan bagi tujuan wisata alternatif. Otoritas pengelola kawasan, pemerintah, dan masyarakat harus selalu bersinergi agar harapan dan mimpi nihil kecelakaan bisa terwujud di Gunung Rinjani.

Kementerian Kehutanan juga telah menyalakan lampu hijau terkait syarat pendakian, sesuai level kesulitan gunung, mengingat lebih dari 400 gunung di Indonesia memiliki tingkat kesulitan dan kondisi alam beragam.

Tambah posko darurat

Saat puncak kemarau yang berlangsung sejak Juni sampai Agustus setiap tahun, Gunung Rinjani selalu ramai dikunjungi pelancong, mulai dari warga lokal, mahasiswa, turis domestik, hingga turis asing.

Kegiatan pendakian adalah objek wisata andalan yang memberikan sumbangan besar kepada negara. Pada 2024, total nilai PNBP tercatat sebesar Rp22,5 miliar dan menciptakan efek berganda terhadap ekonomi masyarakat sekitar Rp109 miliar.

Jumlah pelancong yang mendaki Gunung Rinjani sebanyak 93.796 orang, yang terdiri dari 46.126 pendaki domestik dan 47.716 pendaki mancanegara. Sementara, jumlah pelancong yang melakukan aktivitas non-pendakian mencapai 95.295 orang dengan rincian 95.222 turis domestik dan 73 turis asing.

Pintu masuk utama untuk mendaki adalah jalur Sembalun di Lombok Timur dan jalur Senaru di Lombok Utara. Selain itu, ada empat pintu masuk lainnya, seperti Torean, Timbahu, Tete Batu, dan Aik Berik.

Meski kunjungan pendaki terbilang banyak, namun jumlah posko darurat atau emergency shelter hanya ada dua unit. Posko darurat tersebut berada di Resort Sembalun yang terletak pada ketinggian 1.158 mdpl dan Pos II dengan ketinggian 1.500 mdpl.

Insiden kecelakaan fatal paling banyak terjadi, usai Pos Plawangan menuju puncak karena jalan yang sempit, miring, dan terjal. Sementara lokasi dari Plawangan ke bawah juga banyak memakan korban akibat terjatuh, meski pendaki tidak sampai meninggal dunia.

Kementerian Kehutanan bersama Balai TNGR berkomitmen mendirikan posko darurat di Plawangan yang terletak pada ketinggian 2.639 mdpl. Plawangan merupakan pos terakhir yang menjadi lokasi favorit berkemah, sebelum melakukan pendakian menuju ke puncak Gunung Rinjani.

Posko darurat yang dekat dengan puncak dapat memudahkan proses mobilisasi petugas evakuasi dan peralatan. Beragam perlengkapan pencarian dan penyelamatan, seperti tali, katrol, alat pemanas badan, hingga pesawat nirawak atau drone harus tersedia lengkap di dalam posko darurat tersebut.

Sertifikasi keahlian

Pemerintah mengupayakan agar pemandu wisata yang bekerja di kawasan Gunung Rinjani memiliki sertifikasi keahlian. Dari total 621 pemandu wisata di daerah itu, kini baru 321 orang yang sudah memiliki sertifikasi pemandu wisata.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Nasional
BMKG Keluarkan Peringatan D...
Megapolitan
Polisi Gelar Rekayasa Lalin...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.