Kejaksaan Agung Jadi Lembaga Penegak Hukum Paling Dipercaya Publik, Geser KPK dan Polri
📅 Minggu, 06 Jul 2025, 13:55 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Jakarta Globe
JAKARTA - Kejaksaan Agung muncul sebagai lembaga penegak hukum paling dipercaya masyarakat Indonesia, mengungguli Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian RI (Polri), berdasarkan hasil survei terbaru Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang dipimpin analis politik Denny Januar Ali.
Survei yang dilakukan pada Juni tersebut menunjukkan bahwa 61 persen responden menyatakan kepercayaan terhadap Kejaksaan Agung, sedikit lebih tinggi dibanding KPK yang mendapat 60 persen, dan Polri sebesar 54,3 persen.
"Untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade, Kejaksaan Agung dinobatkan sebagai lembaga penegak hukum paling dipercaya oleh publik Indonesia," ujar Denny dalam pernyataan tertulis, Sabtu.
Menurut Denny, hasil ini bukan sekadar angka statistik, tetapi mencerminkan psikologi kolektif masyarakat mengenai siapa yang mereka yakini benar-benar memerangi korupsi. “Ini adalah cerminan dari harapan publik yang mencari keadilan,” katanya.
Di bawah kepemimpinan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin, Kejaksaan Agung menindak sejumlah kasus korupsi besar, termasuk skandal proyek internet nasional yang menyeret mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Plate. Ia menjadi menteri aktif pertama yang ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh Kejaksaan Agung.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, lembaga ini juga menangani kasus-kasus seperti pencampuran ilegal bahan bakar di Pertamina, penambangan liar di lahan milik negara yang dikelola PT Timah, ekspor ilegal minyak sawit, serta produksi emas murni tak berizin yang melibatkan perusahaan tambang BUMN Aneka Tambang (Antam).
Upaya penegakan hukum tersebut berhasil memulihkan kerugian negara hingga ratusan triliun rupiah dari hasil penyitaan aset dan pembayaran restitusi oleh tersangka maupun terpidana.
“Di tengah kekecewaan publik terhadap penegakan hukum, Kejaksaan Agung hadir sebagai wajah baru keadilan tidak tanpa cela, tetapi dengan keberanian memulihkan harapan,” ujar Denny mengakhiri.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!