Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Meski Ada Banyak Perang, Pemerintah Diharapkan Konsisten Cari Pasar Perdagangan Baru

📅 Jumat, 04 Jul 2025, 12:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Meski Ada Banyak Perang, Pemerintah Diharapkan Konsisten Cari Pasar Perdagangan Baru Doc: The Conversation
Ket. Produk ekspor Indonesia terancam kalah saing dan perang dagang.

Intan Maria Lewiayu Vierke, IPB University

Belum usai dunia diguncang perang dagang yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, dunia kini dihadapi oleh permasalahan global lain: perang antara Iran dan Israel yang juga meningkatkan tensi perang Ukraina-Rusia.

Meski begitu, roda pemerintahan di seluruh dunia masih terus harus berjalan. Ruang negoisasi pun diyakini masih terbuka khususnya terhadap isu Perang Dagang yang mengguncang perekonomian global sejak awal tahun.  

Seperti yang kita ketahui, efek positif perdagangan bebas sudah memberikan bukti nyata bagi Indonesia. Meski harus menempuh jarak 20 jam penerbangan untuk sampai ke AS, negeri Abang Sam telah menjadi mitra strategis bilateral perdagangan Indonesia.

AS merupakan mitra dagang ketiga terbesar Indonesia, dengan nilai ekspor mencapai US$26,31 miliar atau senilai Rp434 triliun pada 2024. Produk unggulan seperti tekstil dan produk tekstil (TPT), alas kaki, furnitur, dan hasil pertanian tropis menjadi tulang punggung ekspor, bahkan mencatat surplus perdagangan sebesar US$4,32 miliar (Rp4,3 triliun) pada kuartal pertama 2025.

Namun, di balik keunggulan ekspor, terdapat ketergantungan yang signifikan terhadap bahan baku dari AS. Industri TPT, misalnya, selama lebih dari 30 tahun bergantung pada impor kapas dari AS yang nilainya mencapai US$138,54 juta atau senilai Rp2,2 triliun pada 2024.

Selain kapas, Indonesia juga mengandalkan AS untuk kedelai, LNG, hingga teknologi pertahanan. Di sisi lain, AS juga memanfaatkan Indonesia sebagai sumber produk jadi bernilai tambah—dari pakaian jadi, sepatu olahraga, hingga furnitur.

Artinya, AS bukan hanya pasar ekspor, tetapi juga sumber utama komoditas strategis yang menopang rantai pasok industri nasional. Relasi dagang dua arah ini tampak seimbang, tapi sangat rentan terhadap perubahan kebijakan eksternal. Hal serupa juga berlaku pada mitra dagang Indonesia lainnya.

Kilas balik mundurnya industri TPT nasional: Tuntutan industri global yang bergerak cepat

Gong ketegangan perang dagang kembali meningkat pada April 2025 ketika pemerintah AS menerapkan tarif tambahan 32% terhadap sejumlah produk ekspor dari Asia, termasuk Indonesia. Kebijakan tarif tambahan ini juga berdampak pada sektor manufaktur, tekstil, elektronik, dan pertanian di Indonesia.

Retorika anti-Cina yang digaungkan dalam kampanye proteksionisme turut menyeret negara-negara lain dalam lingkaran tarif tinggi, termasuk Vietnam, Thailand, dan Indonesia. Akibatnya, keunggulan harga yang sebelumnya dinikmati produsen Indonesia kini tergerus, mempersempit margin dan mengancam kelangsungan industri padat karya seperti tekstil.

Catatan penting yang tak bisa diabaikan adalah pergeseran besar dalam preferensi pasar global. Konsumen dan ritel dunia kini menuntut industri yang ringkas, cepat, dan lincah (agile). Model lama berbasis produksi massal dengan lead time panjang tak lagi relevan di tengah tren real-time fashion, siklus tren pendek, dan dorongan untuk menciptakan industri yang keberlanjutan.

Ujian kekuatan dan kelincahan daya saing industri nasional

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

57 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.