Kementerian Ekonomi Kreatif Berkomitmen Fasilitasi Sekolah Vokasi Film
📅 Jumat, 04 Jul 2025, 11:41 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/HO Kementerian Ekonomi Kreatif
JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif berkomitmen memfasilitasi sekolah vokasi film untuk menyiapkan talenta-talenta siap kerja yang dibutuhkan oleh industri perfilman.
Saat menerima audiensi perwakilan B Film School di Jakarta, Kamis (3/7), Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengemukakan bahwa Kementerian Ekonomi Kreatif membuka ruang kolaborasi dengan sekolah vokasi dalam menyiapkan talenta-talenta muda perfilman.
"Kementerian Ekraf membuka ruang kolaborasi dengan berbagai lembaga pendidikan vokasi seperti B Film School," katanya sebagaimana dikutip dalam keterangan pers kementerian pada Jumat.
"Kami percaya bahwa masa depan perfilman Indonesia tak hanya bertumpu pada kreativitas, tapi juga pada sistem pendidikan yang adaptif, terhubung dengan industri, dan responsif terhadap kebutuhan zaman," ia menambahkan.
Irene mengatakan bahwa perfilman adalah bagian penting dari usaha ekonomi kreatif yang diharapkan bisa mendorong inovasi, menghadirkan lapangan kerja bagi kaum muda, serta menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia menekankan pentingnya kolaborasi dalam upaya untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang perfilman serta mendorong pertumbuhan industri perfilman nasional.
"Tugas kami di Kementerian Ekraf sederhana tapi krusial, menjadi mak comblang dan translator yang menerjemahkan kebutuhan industri ke dalam bahasa pendidikan, dan sebaliknya," kata Irene.
"Tidak boleh ada ego sektoral yang membuat potensi kita tidak optimal. Sudah saatnya duduk bersama, menyamakan arah, dan membentuk ekosistem yang saling menguatkan," kata dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pejabat Kementerian Ekonomi Kreatif dan B Film School membahas kolaborasi dalam fasilitasi magang di industri, riset bersama, pemenuhan kebutuhan SDM, dan partisipasi dalam festival film.
B Film School didirikan pada Maret 2025. Sekolah vokasi perfilman ini dirancang untuk mencetak talenta muda siap kerja di bidang perfilman.
Pengelola sekolah menerapkan pendekatan pendidikan berbasis praktik dan kolaborasi dengan industri dalam menyiapkan SDM perfilman.
"B Film School lahir dari keresahan kami sebagai praktisi, karena melihat banyak lulusan pendidikan film yang belum siap pakai," kata pendiri dan kepala B Film School Benny Kadarhariarto.
Agung Ariefiandi selaku wakil kepala sekolah mengharapkan Kementerian Ekonomi Kreatif bisa menjembatani sekolah untuk berkolaborasi dengan pemangku kepentingan terkait lain, termasuk rumah produksi, asosiasi profesi, dan lembaga pemerintah.
"Karena tantangan industri hari ini bukan hanya kualitas SDM, tapi juga kurangnya sinergi antar pelaku. Kita perlu membangun ekosistem, bukan jalan sendiri-sendiri," kata Agung.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!