Disbudpar Sumsel Rawat 16.000 Koleksi Museum Balaputra Dewa, Ada Kapal Sepanjang 7,7 Meter
📅 Jumat, 04 Jul 2025, 19:35 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
PALEMBANG - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumatera Selatan hingga Juli 2025 merawat 16.000 lebih koleksi benda bersejarah di Museum Negeri Balaputra Dewa Palembang.
“Koleksi tersebut merupakan benda peninggalan zaman Kerajaan Sriwijaya, Kesultanan Palembang, dan sebelum kemerdekaan Republik Indonesia," kata Plt Kepala Disbudpar Sumsel, Pandji Tjahjanto di Palembang, Jumat (4/7).
Dia menjelaskan, koleksi museum yang dalam perawatan pihaknya itu antara lain guci, pedang, keris, uang koin, golok, meriam, keramik, kemudi kapal sepanjang 7,7 meter, arca, lonceng Budha, canting dan cap batik Palembang.
“Koleksi benda peninggalan sejarah itu perlu dirawat dengan baik agar dapat dilihat oleh generasi penerus dan menjadi media edukasi mengenal sejarah,” katanya.
Menurut dia, koleksi museum tersebut dalam beberapa tahun terakhir terus bertambah yang bersumber dari pemberian masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Masyarakat yang selama ini memiliki koleksi pribadi berbagai benda peninggalan sejarah seperti guci, mangkuk keramik, kain batik khas Palembang, songket, keris, dan lainnya ada yang secara sukarela menyerahkan koleksinya itu untuk disimpan di museum.
Bagi masyarakat yang memiliki koleksi benda peninggalan sejarah dan ingin memberikannya ke museum pihaknya siap menjemput barang tersebut.
“Koleksi sumbangan masyarakat itu disimpan di suatu ruangan pamer khusus yang dapat dilihat pemiliknya dan masyarakat umum pada jam operasional museum,” jelas Pandji.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!