Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ini Kronologi Tragedi Karamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali

📅 Kamis, 03 Jul 2025, 13:09 WIB | Oleh:
Ini Kronologi Tragedi Karamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali Doc: Istimewa
Ket. Ini Kronologi Tragedi KMP Tunu Pratama Jaya yang Karam di Selat Bali

SURABAYA – Menyisakan duka, Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya dengan 53 orang penumpang dan 12 awak tenggelam di Selat Bali, pada pukul 23:35 WIB, Rabu (2/7).

Dalam tragedi tersebut, Posko Operasi SAR dan Potensi SAR Gabungan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, mencatat sebanyak 35 orang penumpang ditemukan selamat dan empat orang di antaranya meninggal dunia.

Tanpa tanda-tanda dan firasat, sekitar pukul 22:56 WIB KMP Tunu Pratama Jaya mulai berlayar menjalani rutinitas mengantar penumpang dan sejumlah kendaraan yang hendak menyebrang dari Pelabuhan Ketapang, menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali.

Dihimpun dari berbagai sumber, tapi naas, tak lama kemudian petugas jaga Syahbandar mendapati insiden itu dan mereka segera melaporkan kepada Badan SAR Nasional untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan.

“Pukul 23.50 WIB, 1 Tim Rescue dari Pos Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi berangkat ke lokasi kecelakaan menggunakan RIB 03 Banyuwangi,” kata Nanang, Kamis (3/7/2025).

Tidak lama kemudian, tim dari Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana turut serta dalam operasi. Perusahaan pelayaran yang mengoperasikan KMP Tunu Pratama Jaya juga ikut mengerahkan kapal lain untuk membantu proses evakuasi.
Menurut dia, para korban selamat ditemukan di beberapa titik perairan sekitar wilayah Gilimanuk hingga Klimanur.

“Ada yang menggunakan life jacket, ada juga yang terdampar di pantai. Mereka bertahan dengan alat bantu seadanya."

“Kondisi mereka umumnya sehat, meski beberapa mengalami kelelahan dan dehidrasi ringan. Tim medis sudah menangani,” ungkapnya.

Nanang melanjutkan, proses pencarian dan penyelamatan melibatkan sejumlah unsur gabungan, dengan dukungan alat utama Basarnas serta bantuan peralatan dari instansi lain. Namun operasi malam hari menghadapi tantangan berat berupa gelombang laut setinggi 2 hingga 2,5 meter, angin kencang, serta arus yang cukup kuat di perairan Selat Bali.

Hingga siang ini, proses pencarian masih berlangsung untuk mennemukan korban yang belum ditemukan. Sementara untuk korban yang meninggal telah dibawa menuju RSUD Negara, Jembrana, Bali. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.