Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Indonesia Kirim Proposal Kedua ke AS Jelang Pemberlakuan Tarif

📅 Kamis, 03 Jul 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Menurut Aloysius, Indonesia mencoba menarik perhatian Washington dengan menjanjikan akan mengalihkan impor dari negara lain ke AS. Strategi ini, katanya, memang menjadi taktik diplomasi dagang, namun keberhasilannya belum bisa dipastikan.

“Tergantung apakah AS memandang pelunakan tarif untuk Indonesia sebagai sesuatu yang menguntungkan bagi mereka,” jelasnya.

Jika negara-negara lain menempuh strategi ‘mengalah’ serupa dan berhasil, maka bukan tidak mungkin terjadi realokasi besar dalam peta perdagangan global. Namun Aloysius mengingatkan bahwa langkah ini bisa menimbulkan risiko lanjutan, khususnya jika negara mitra lain mulai mempersoalkan kebijakan Indonesia yang dianggap proteksionis.

Untuk menghadapi tantangan global itu, Aloysius menekankan pentingnya pembenahan sektor domestik. “Inefisiensi di dalam negeri harus dibereskan terlebih dahulu. Kemudahan berusaha dan biaya produksi yang tinggi masih menjadi hambatan serius,” tegasnya.

Ia juga menggarisbawahi perlunya strategi diversifikasi kemitraan perdagangan. Indonesia, kata dia, perlu secara serius memanfaatkan peluang dari negara-negara di luar mitra utama seperti AS dan Tiongkok, tanpa mengabaikan pentingnya memperkuat integrasi ekonomi kawasan Asia, terutama ASEAN.

“Integrasi ini penting agar Indonesia memiliki daya tawar lebih kuat di panggung global,” katanya.

Senada dengan itu, pengamat ekonomi dari Universitas Surabaya (Ubaya), Wibisono Hardjopranoto mengatakan perlu meningkatkan diversifikasi ekspor untuk menghadapi kenaikan tarif AS terhadap produk-produk Indonesia.

“Mungkin banyak negara-negara yang kaget dan kurang siap seperti kita, karena memang tidak akan ada yang benar-benar siap dengan tarif ini. Dengan segala keterbatasan yang ada sejauh ini opsi yang bisa diambil diversifikasi pasar ekspor, dan negosiasi dengan AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

48 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.