Indonesia Kirim Proposal Kedua ke AS Jelang Pemberlakuan Tarif
📅 Kamis, 03 Jul 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (1/7) mengumumkan bahwa ia tidak berencana untuk memperpanjang penangguhan tarif perdagangan timbal balik yang akan berakhir pada 9 Juli.
“Tidak, saya tidak berpikir untuk memperpanjang (penangguhan tarif),” kata Trump kepada wartawan saat berada di dalam pesawat Air Force 1.
Trump juga menyebutkan pemerintahannya akan segera mengirim selembar surat kepada para mitra dagang AS, yang berisi ucapan selamat kepada mereka atas haknya untuk menjalin bisnis dengan AS.
Penerapan kebijakan tarif jelas Trump telah menghasilkan pendapatan sekitar 129 miliar dollar AS (sekitar 2 kuadriliun rupiah) bagi AS dan jumlah itu diharapkan masih terus bertambah.
Pada kesempatan lain, Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Budi Santoso menyebut sampai saat ini belum ada kesepakatan dengan AS terkait negosiasi tarif resiprokal sebesar 32 persen.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kita masih tunggu dengan Amerika, belum deal dan sebagainya. Jadi nunggu waktu, di negara lain juga belum deal semua,” kata Budi di Jakarta, Rabu (2/7).
Budi berharap negosiasi dengan AS dapat berjalan dengan mulus, meski sudah mendekati batas akhir yakni pada 8 Juli mendatang.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah sedang menunggu tanggapan (feedback) ????berkaitan dengan proses negosiasi tarif resiprokal dengan AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Indonesia sudah memberikan second offer seperti yang saya sudah sampaikan, dan second offer ini sudah diterima oleh USTR (United States Trade Representative) dan sudah di-review, tentu Indonesia tinggal menunggu feedback, apakah masih ada feedback tambahan berkait dengan proses negosiasi yang ada,” kata Airlangga.
Menjelang batas akhir negosiasi yang jatuh pada 8 Juli mendatang, Airlangga mengatakan bahwa permintaan yang diajukan pemerintah AS, baik berupa tarif maupun hambatan dagang, telah disepakati oleh pemerintah Indonesia.
Pihaknya pun sudah berkomunikasi langsung dengan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent yang pada prinsipnya mengapresiasi sejumlah tawaran dari Indonesia.
Tidak Seimbang
Guru Besar Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Aloysius Gunadi Brata yang diminta tanggapannya menilai posisi Indonesia dalam negosiasi masih lemah karena porsi ekspor Indonesia ke AS tergolong kecil dibandingkan porsi impor dari AS.
“Amerika adalah mitra dagang terpenting kedua setelah Tiongkok, namun dari sisi neraca, hubungan ini sangat tidak seimbang,” kata Aloysius.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!