Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PBB: Sebagian Besar Situs Warisan Dunia Terancam

📅 Rabu, 02 Jul 2025, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
PBB: Sebagian Besar Situs Warisan Dunia Terancam Doc: AFP/Arun SANKAR
Ket. Sejumlah turis mengunjungi situs budaya Taj Mahal di Agra, India, pada April tahun lalu. Pada Selasa (1/7), UNESCO melaporkan bahwa hampir tiga perempat situs warisan budaya dan alam dunia seperti Taj Mahal ini terancam.

PARIS - Badan kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (1/7) melaporkan bahwa hampir tiga perempat situs warisan budaya dan alam dunia terancam oleh terlalu sedikit atau terlalu banyak air.

Akibat meningkatnya suhu, para ilmuwan memperingatkan bahwa peristiwa cuaca ekstrem termasuk badai, kekeringan, banjir, dan gelombang panas menjadi lebih sering terjadi dan intens.

Tujuh puluh tiga persen dari seluruh 1.172 situs non-laut dalam Daftar Warisan UNESCO terpapar pada setidaknya satu risiko air yang parah, termasuk tekanan air, kekeringan, banjir sungai atau banjir pesisir, kata UNESCO.

"Tekanan air diperkirakan akan meningkat, terutama di kawasan seperti Timur Tengah dan Afrika Utara, sebagian Asia Selatan, dan Tiongkok utara, yang menimbulkan risiko jangka panjang bagi ekosistem, warisan budaya, serta masyarakat dan ekonomi pariwisata yang bergantung padanya," ungkap UNESCO.

Menurut penelitian UNESCO, situs budaya paling sering terancam oleh kelangkaan air, sementara lebih dari separuh situs alam menghadapi risiko banjir dari sungai di dekatnya.

“Di India, monumen Taj Mahal di Agra, misalnya, menghadapi kelangkaan air yang meningkatkan polusi dan menguras air tanah, yang keduanya merusak situs makam tersebut," ungkap penelitian tersebut.

Di Amerika Serikat, pada tahun 2022, banjir besar menutup seluruh Taman Nasional Yellowstone dan membutuhkan biaya lebih dari 20 juta dollar AS untuk perbaikan infrastruktur agar dapat dibuka kembali.

Laporan UNESCO itu pun memberikan empat contoh lagi dari situs yang terancam. Rawa-rawa selatan Irak yang konon menjadi rumah bagi Taman Eden dalam Alkitab, menghadapi tekanan air yang sangat tinggi, dimana lebih dari 80 persen pasokan air terbarukan ditarik untuk memenuhi permintaan manusia.

Sebaiknya Anda baca juga:

Dan persaingan untuk mendapatkan air diperkirakan akan meningkat di rawa-rawa, tempat burung-burung migrasi hidup dan penduduk memelihara kerbau, karena wilayah tersebut akan semakin panas di tahun-tahun mendatang.

Di perbatasan antara Zambia dan Zimbabwe, Air Terjun Victoria,  yang awalnya disebut Mosi-oa-Tunya (asap yang menggelegar) sebelum diubah namanya oleh penjelajah Skotlandia David Livingstone, telah menghadapi kekeringan berulang dan terkadang hanya mengalirkan sedikit air.

Di Peru, kota pra-Kolombia Chan Chan dan tembok-tembok bata mentah berusia 1.000 tahun yang rapuh, menghadapi risiko banjir sungai yang sangat tinggi, kata UNESCO.

Sedangkan di Tiongkok, naiknya permukaan air laut yang sebagian besar disebabkan oleh perubahan iklim menyebabkan banjir pesisir, yang menghancurkan daerah lumpur tempat burung air yang bermigrasi mencari makanan, imbuh badan kebudayaan PBB itu. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
PBB Desak Perusahaan AI Tra...
Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.