Wamendag Buka Peluang Kerja Sama Ekonomi Hijau dengan Selandia Baru
📅 Selasa, 01 Jul 2025, 10:02 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: Kemendag
JAKARTA - Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri membuka peluang kerja sama perdagangan dan ekonomi hijau dengan Selandia Baru.
Dalam pertemuan dengan pelaku usaha Selandia Baru yang tergabung dalam ASEAN-New Zealand Business Council (ANZBC) di Auckland, Selandia Baru, Senin (30/6), Roro mengatakan, kolaborasi yang erat dengan negara mitra yang memiliki kesamaan pandangan, seperti Selandia Baru, sangat penting untuk menguatkan hubungan perdagangan di tengah deglobalisasi dan peningkatan tren proteksionisme saat ini
"Sektor perdagangan dan energi terbarukan memiliki potensi besar untuk dieksplorasi dalam mendukung perdagangan yang berkelanjutan di kawasan," ujar Roro melalui keterangan resmi di Jakarta, Selasa.
Sebagai negara terbesar di Asia Tenggara, lanjut Roro, Indonesia menonjol sebagai mitra dagang dan investasi utama. Peluang investasi di Indonesia juga berkembang pesat dengan lonjakan realisasi investasi sebesar 20,8 persen pada 2024 dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain itu, Indonesia memiliki tenaga kerja yang muda dan terampil sehingga dapat berkontribusi pada pertumbuhan mobilisasi talenta global dan inovasi hijau.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami pun optimistis dan percaya diri bahwa ketahanan ekonomi Indonesia saat ini menunjukkan prospek bisnis yang atraktif dan menguntungkan bagi kerja sama pelaku usaha Indonesia dan Selandia Baru," imbuhnya.
Sementara, pihak ANZBC menyatakan bahwa Selandia Baru merupakan negara dengan sarana infrastruktur pertanian yang sangat baik.
Oleh karena itu, peluang untuk ekspor produk-produk penunjang pertanian seperti pupuk dan ban untuk kendaraan pertanian masih sangat terbuka. Demikian juga dengan kerja sama peningkatan capacity building dan daya saing petani.
Sebaiknya Anda baca juga:
Total perdagangan Indonesia dan Selandia Baru mencapai 1,91 miliar dolar AS pada 2024 dengan nilai ekspor Indonesia sebesar 682 juta dolar AS atau meningkat 15 persen dibandingkan tahun 2023; sedangkan impornya mencapai 1,23 miliar dolar AS atau meningkat 8,97 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Produk ekspor utama Indonesia ke Selandia Baru pada 2024 yaitu oil-cake, batu bara, serta monitor dan proyektor. Sementara impor utamanya yaitu susu dan krim, radar apparatus, dan mentega.
Sementara itu, melalui kerangka Kemitraan Komprehensif Indonesia dan Selandia Baru, kedua negara berkomitmen memperkuat hubungan dagang melalui Rencana Aksi 2025-2029.
Salah satu tujuan utama yang ingin dicapai pada 2029 yaitu total perdagangan bilateral mencapai 3,6 milia dolar AS.
Lebih lanjut, Protokol Kedua ASEAN-Australia-New Zealand Free Trade Area (AANZFTA) yang mulai berlaku pada 21 April 2025 untuk Australia, Brunei Darussalam, Laos, Malaysia, Selandia Baru, dan Singapura, merupakan platform utama untuk memperdalam hubungan ekonomi Indonesia dan Selandia Baru, dengan fokus pada UMKM, perdagangan berkelanjutan, dan akses pasar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!