Sempat Memanas, Wagub Jabar Mengaku Hubungannya dengan Sekda Sudah Normal
📅 Selasa, 01 Jul 2025, 16:58 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
BANDUNG - Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Erwan Setiawan mengaku hubungannya dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Herman Suryatman yang memanas beberapa hari terakhir sudah normal setelah keduanya bertemu dan melakukan pembicaraan panjang lebar dari hati ke hati.
Yang dibicarakan secara mendalam tersebut, diungkapkan Erwan, salah satunya adalah mengenai pekerjaan dirinya dan Sekda Jabar yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.
“Sudah aman, beres. Sekarang saatnya kita bekerja bersama, Gubernur, Wakil Gubernur, dan Sekda serta seluruh OPD di Jabar kita bersatu membangun Jawa Barat Istimewa," kata Erwan di Gedung DPRD Jawa Barat, Bandung, Selasa (1/7).
Erwan mengatakan yang dibicarakan juga di dalamnya, termasuk pembagian tugas dalam menjalankan pemerintahan provinsi yang jadi salah satu alasan merenggangnya hubungan dia dengan Sekda Jabar.
Selanjutnya, Erwan mengatakan dirinya akan berkomunikasi juga dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi secepatnya, mengingat sejak kerenggangan Wagub dan Sekda Jabar ini, dirinya belum berkomunikasi dengan Dedi. “Belum (berkomunikasi), baru hari ini mau komunikasi dengan gubernur,” tuturnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Keretakan Hubungan
Sebelumnya, Erwan menyampaikan ketidakharmonisan dirinya dengan Sekda Jabar Herman Suryatman saat ditemui di Gedung Sate Bandung, Senin (30/6), yang mengungkap kekesalannya karena jarang melihat Herman berada di ruang kerja Gedung Sate, dan dia juga merasa jarang mendapatkan informasi apapun mengenai kegiatan pemerintahan.
Erwan menuding Herman sudah kelewat batas dalam menjalankan tupoksi sebagai Sekda Provinsi Jabar. Di mana, harusnya membina administrasi dan aparatur pemerintah daerah, tapi kini justru banyak bekerja di luar hal tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Memang ada keretakan, kenyataan ada keretakan. Ini kenyataan. Sudah di luar batas ya. Saya katakan sendiri sudah di luar batas, sudah di luar kewenangan-kewenangan dia,” ujar Erwan dengan nada cukup tinggi.
Rumor keretakan ini sebenarnya mulai muncul sebelum 100 hari masa kepemimpinan Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan yang jarang terlihat langsung dalam kegiatan-kegiatan pemerintahan dan berkaitan dengan program langsung, termasuk pelantikan kepala-kepala dinas di Pabrik BYD, Kabupaten Subang.
Erwan membenarkan itu dan mengatakan hal ini karena dirinya tidak diberikan informasi mengenai kegiatan tersebut. Bahkan, sampai kini Erwan mengklaim tidak tahu siapa saja kepala dinas di lingkungan Pemprov Jabar.
"Kan seharusnya seorang Sekda itu memberitahu, minimal ngasih tahu lah, Pak hari ini akan ada pelantikan, kepala dinas ini, kepala dinas itu. Sampai sekarang saya tidak tahu pimpinan di beberapa dinas," kata Erwan.
Karena disebutnya kondisi ini terus berlanjut, puncaknya membuat Erwan merasa kesal dan menyampaikan sentilannya dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Jabar, Kamis (19/6) yang beragendakan pandangan fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2024.
Kala itu Erwan yang diminta untuk memberikan jawaban atas pandangan fraksi atas APBD 2024, mengatakan bahwa penyampaian jawaban pelaksanaan APBD 2024 akan disampaikan oleh Sekda Jabar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!