Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sekda Jabar: Belum Tahu Keberadaan Uang Bonus yang Ditolak Persib

📅 Selasa, 01 Jul 2025, 21:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sekda Jabar: Belum Tahu Keberadaan Uang Bonus yang Ditolak Persib Doc: ANTARA
Ket. Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman memberikan keterangan di Gedung DPRD Jabar Bandung, Selasa (1/7/2025).  

BANDUNG – Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, menyebut belum mengetahui pasti keberadaan uang bonus hasil penggalangan dana ASN untuk Persib Bandung yang kabarnya ditolak dan dikembalikan manajemen klub sepak bola tersebut.

"Ini harus dicek, saya belum cek. Yang jelas, kami sudah serahkan secara simbolis ke perwakilan manajemen Persib. Dan saya share juga kan di media sosial," kata Herman di Gedung DPRD Jabar Bandung, Selasa (01/7).

Herman menyampaikan permintaan maafnya karena dana yang terkumpul dari para ASN tidak mencapai target yang dijanjikan yakni Rp1 miliar, mengingat penggalangan dana ini bersifat sukarela dari para ASN Pemprov Jabar.

"Mohon maaf apabila patungan dari teman-teman, gotong royong dari teman-teman kurang optimal. Tapi sekali lagi ini kan suka rela, Dari awal Pak Gubernur juga menyampaikan tidak boleh menggunakan uang kedinasan. Tidak boleh ada hubungannya dengan kedinasan. Berarti betul-betul dari pribadi masing-masing," katanya.

Herman mengatakan dana bonus tersebut adalah hasil penggalangan dana para ASN secara sukarela dan ikhlas sebagai bentuk rasa memiliki pada Persib, meski yang terkumpul sampai waktunya diserahkan hanya berjumlah Rp356 juta dan masih jauh dari keinginan awal.

"Yang jelas kami sudah berupaya berikhtiar semaksimal mungkin dan itu bentuk kesukarelaan, kalaupun ada hal yang kurang berkenan, ada kekurangan, ada keterbatasan saya sampaikan permohonan maaf dan sebagai perwakilan dari teman-teman ASN insya Allah kami bertanggung jawab," ujarnya.

Meski begitu, Herman mengungkap penggalangan bonus untuk Persib saat ini masih dibuka untuk kalangan ASN, dan jika ditotal dengan bonus yang telah diberikan tempo hari, jumlahnya sudah menyentuh angka Rp400 juta.

"Sampai sekarang masih (dibuka), makanya berkembang informasi dari bendahara, sudah sampai di angka Rp400 juta alhamdulillah. Artinya ASN ini luar biasa. Sekali lagi, mohon maaf kalau dari saya pribadi mungkin ada hal yang kurang berkenan, ada hal yang kurang tepat, karena tak ada gading yang tak retak," ucap Herman.

Sebelumnya, Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar, mengungkapkan bahwa manajemen menolak pemberian bonus tersebut.Menurut Umuh, Pemprov Jabar seolah terbebani oleh janji pemberian bonus kepada tim Persib.

"Uang yang dijanjikan Rp1 miliar itu Sekda sudah berkoar-koar ke mana-mana dan sudah memberikan uang kadeudeuh dikumpulkan Rp365 juta. Sudah diinstruksikan kepada staf di Persib, saya tolak," kata Umuh di Bandung.

Umuh mengaku tidak ingin pemberian bonus dari pemerintah ini menjadi persoalan di kemudian hari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Ekonomi
Kuartal I, Hilirisasi Nikel...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.