Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peduli Akan Lingkungan Jadi Alasan Mayoritas Orang Indonesia Beli EV

📅 Selasa, 01 Jul 2025, 23:51 WIB | Oleh:
Peduli Akan Lingkungan Jadi Alasan Mayoritas Orang Indonesia Beli EV Doc: ANTARA/Pamela Sakina
Ket. Pendiri National Battery Research Institue (NBRI) Evvy Kartini (kiri), Associate Head of Research for Automotive Populix Susan Adi Putra (tengah), dan Head of CEO Office Alva, William Kusuma (kanan), pada diskusi otomotif di Jakarta, Selasa (1/7).

JAKARTA - Berdasarkan studi baru yang dilakukan perusahaan riset dan penyedia platform survei daring, Populix, mayoritas orang Indonesia membeli kendaraan listrik (EV) bukan utamanya karena teknologi maupun efisiensi, desain, dan lain sebagainya, melainkan karena mereka peduli dengan lingkungan.

Terbukti, pada studi berjudul “Electric Vehicles in Indonesia: Consumer Insights and Market Dynamics” yang dirilis Juli 2025 tersebut, sebanyak 67 persen responden mengungkap alasan utama mengadopsi kendaraan listrik adalah karena bebas polusi udara, 60 persen karena bebas polusi suara (suara mesin yang senyap), sementara 54 persen memilih EV karena dampaknya pada lingkungan yang positif.

“Alasan orang mau membeli kendaraan listrik, hal yang paling mendasar adalah terkait dengan aspek lingkungan, karena orang-orang Indonesia sekarang mulai melek terkait lingkungan kalau kita lihat,” ujar Associate Head of Research for Automotive Populix Susan Adi Putra di Jakarta, Selasa (1/7).

Meski tiga motivasi teratas orang Indonesia untuk mengadopsi kendaraan listrik adalah soal lingkungan, beberapa alasan lainnya juga berpengaruh, seperti kemudahan perawatan dibandingkan ICE (45%), disusul biaya perawatan dan pemeliharaan yang lebih rendah (45%), biaya operasional yang rendah (41%), dan pajak tahunan yang lebih rendah (34%)

Regulasi pemerintah soal EV juga menjadi pertimbangan bagi konsumen di Indonesia, seperti subsidi pemerintah yang tersedia (34%), dan peraturan pemerintah yang mendukung kepemilikan EV (32%).

“Insentif dari pemerintah ini juga mendukung mereka untuk beli akhirnya, ini sangat memengaruhi mereka, ini memegang peranan penting juga selain dari aspek lingkungan,” kata Adi.

Beberapa faktor teknis lainnya baru menjadi pertimbangan kesekian, seperti pengisian daya baterai yang cepat (28%), model berbeda yang unik dan disukai (28%), serta fitur keselamatan yang disempurnakan (28%).

Uniknya, faktor jangkauan berkendara yang lebih jauh per satu kali pengisian daya baterai yang seharusnya menjadi pertimbangan penting, justru menjadi kedua terakhir, yakni sebanyak 19 persen, di susul posisi terakhir terbebas dari peraturan lalu lintas ganjil-genap, sebanyak delapan persen. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.