Guru Besar UI: Sumber Daya Perikanan Penting untuk Ketahanan Pangan
📅 Kamis, 26 Jun 2025, 13:05 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: Humas UI
DEPOK - Sumber daya perikanan Indonesia berperan penting dalam ketahanan pangan, pendapatan, dan mata pencaharian, serta menjadi sumber protein hewani yang terjangkau bagi masyarakat miskin di pedesaan.
Hal tersebut dikatakan oleh Guru Besar Tetap Bidang Geografi Manusia, Lingkungan, dan Pengelolaan Sumber Daya Alam Pesisir dan Laut, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Indonesia (UI), Prof. Dewi Susiloningtyas.
"Jika kekayaan laut dieksploitasi secara berlebihan, ini akan berdampak negatif terhadap ketahanan pangan dan mata pencaharian jutaan orang di sektor terkait," kata Prof. Tyas di Kampus UI Depok, Rabu.
Oleh karena itu, konsep geografi manusia penting untuk mengatur ruang dan masyarakat, serta mengkaji interaksi antara tempat dan ruang.
"Peran manusia sebagai aktor perubahan lingkungan dapat menjelaskan dampak aktivitas manusia terhadap permukaan bumi, termasuk dampak wilayah pesisir dan laut terhadap aktivitas manusia," katanya.
Menurutnya, perlu ada intervensi berupa regulasi yang mengatur sistem sosial dan ekologi (social ecology system) agar tidak terjadi pemanfaatan yang berlebihan atau over fishing yang merusak lingkungan.
“Konektivitas spasial dalam social ecology system terdiri atas unit fisik, biologi, dan geografi yang berasosiasi dengan aktor sosial dan institusi. Struktur atau atribut dalam sistem sosial berupa nilai, perilaku, tingkat pengetahuan, teknologi, serta jumlah individu atau komunitas," katanya.
Sementara itu, sistem ekologi adalah semua sumber daya alam dari jasa ekosistem yang dimanfaatkan oleh manusia. Interaksi kedua sistem ini memerlukan regulasi agar tidak terjadi pemanfaatan yang berlebihan.
Untuk menguatkan sistem sosial ekologi, dibutuhkan konsep Pemodelan Berbasis Agen atau ABM (Agent Base Model) yang dikembangkan dalam kerangka pengelolaan sumber daya pesisir dan lautan.
ABM adalah model komputasi untuk mensimulasikan tindakan interaksi antar agen otonom yang digunakan sebagai analisis pemodelan masyarakat yang kompleks, seperti pada komunitas masyarakat pesisir yang mata pencaharian dipengaruhi faktor sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Prof. Tyas menerapkan konsep sosial ekologi dalam kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi pada penelitian yang terkait dengan alam dan kehidupan masyarakat pesisir.
Beberapa di antaranya adalah pengembangan pariwisata pesisir dan laut berkelanjutan, serta pengembangan budi daya rumput laut di Pulau Tarakan, Kalimantan Utara.
Dari penelitian tersebut, dengan pendekatan konektivitas spasial, kajian terhadap dinamika dan perubahan akses sumber daya atau tekanan lingkungan secara langsung dapat dipetakan dan diprediksi dengan model.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!