Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tingkatkan Ekspor, Pemprov Sulsel dan Badan Karantina RI Teken MoU

📅 Selasa, 24 Jun 2025, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tingkatkan Ekspor, Pemprov Sulsel dan Badan Karantina RI Teken MoU Doc: Antara
Ket. Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman bersama Kepala Badan Karantina Indonesia Sahat Manaor Panggabean di Makassar, Senin (23/6).

Makassar - Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman bersama Kepala Badan Karantina Indonesia Sahat Manaor Panggabean teken MoU sebagai wujud komitmen terhadap peningkatan ekspor agar mampu mencapai target dengan peningkatan volume ekspor hingga 8 persen di 2025.

"Targetnya kita mendorong agar pertumbuhan 8 persen volume ekspor itu bisa segera tercapai melalui Sulawesi Selatan," kata Kepala Badan Karantina Indonesia Sahat Manaor Panggabean di Makassar, Senin (23/6).

Dia optimistis bahwa Makssar, khususnya Sulawesi Selatan mampu memberikan sumbangsih terhadap peningkatan ekspor di Indonesia, sebab daerah ini dinilai memiliki banyak komoditi, mulai dari produk kelautan, tumbuhan hingga produk kriya atau inovasi.

"Kita mau Sulawesi Selatan ini menjadi hub Indonesia Timur, semua komoditi itu kita clearens di sini (Makassar)," tambahnya.

Agar mampu mencapai tujuan ini, Sahat Manaor menegaskan bahwa sejumlah tantangan hadir dalam akses ekspor ke negara tujuan, seperti syarat-syarat yang diberlakukan negara tujuan yang berbeda-beda.

Selain itu, juga disampaikan bahwa kebutuhan ekspor terkait komoditi juga harus lebih diperbanyak, agar permintaan bisa segera dipenuhi.

"Jadi kita akan menjadi pemain utama, ada lahan-lahan yang mau kita perbanyak tanamannya, kita perluas areanya supaya semakin banyak volume yang bisa kita siapkan," tambah Sahat Manor.

Berdasarkan data Balai Karantina Sulsel, terdapat lima komoditi ekspor dominan yakni rumput laut, kelapa bulat, kakao, poran dan kacang mede.

Sementara selama 2025 mulai Januari-April, total frekuensi ekspor 1.636 kali dengan volume 156.345 ton senilai Rp2,4 triliun.

Andi Sudirman mengatakan bahwa MoU yang terjalin dengan Badan Karantina Indonesia juga bagian dari asta cita untuk pertumbuhan ekonomi dan Sulsel direncanakan menjadi hub dari aktivitas ekspor di Indonesia Timur.

Maka Gubernur Sulsel merencanakan kerjasama dengan sejumlah daerah di Indonesia Timur seperti Maluku dan Nusa Tenggara Timur.

"Kita coba kembangkan melalui RPJMD, sesuai dari melihat potensi yang banyak dan terkirim dari Sulsel dalam data ekspor," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pekerja Sektor Pariwisata di Maluku Mulai Disertifikasi

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pekerja Sektor Pariwisata d...
Daerah
Musim Kemarau Membuat Garut...
Daerah
Berdayakan Warga Kurang Mam...

Alwi Obati Kekecewaan atas Kekalahan Jojo

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Alwi Obati Kekecewaan atas ...

OJK-Komdigi Bersinergi Putus Ekosistem Judi Online

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
OJK-Komdigi Bersinergi Putu...
Daerah
Gunung Semeru Kembali Erups...

Denza Luncurkan Supercar Listrik Denza Z

2 jam lalu | Ilham Sudrajat

Otomotif
Denza Luncurkan Supercar Li...
Menkeu Tegaskan Pemerintah Tak Naikan Tarif Pajak

Menkeu Tegaskan Pemerintah Tak Naikan Tarif Pajak

14 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.