Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menko Pemberdayaan Masyarakat: Kota Bandung Jadi Model Nasional Peningkatan Level UMKM di Seluruh Indonesia

📅 Minggu, 22 Jun 2025, 23:43 WIB | Oleh:
Menko Pemberdayaan Masyarakat: Kota Bandung Jadi Model Nasional Peningkatan Level UMKM di Seluruh Indonesia Doc: Humas Kota Bandung

BANDUNG - Kota Bandung disebut sebagai model dan lokasi pertama peningkatan level UMKM di seluruh Indonesia. Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Muhaimin Iskandar, saat meninjau langsung pelaksanaan program Perintis Berdaya di Jalan Braga, Kota Bandung, Sabtu 21 Juni 2025.

“Saya nyatakan dari Bandung bahwa semua pelatihan UMKM yang dilakukan kementerian harus mengikuti standar yang teruji. Tidak boleh lagi asal-asalan. Prosesnya harus terintegrasi: dari pelatihan, pendampingan, sampai kemandirian. Tidak boleh jadi proyek instan,” ujar Muhaimin.

Menurut dia, pemerintah tidak memiliki waktu untuk melaksanakan program-program tanpa dampak nyata.

Ia juga mengingatkan, seluruh kementerian dan pemerintah daerah harus menjadi jembatan aktif antara pelaku UMKM dan sumber daya yang bisa memperkuat mereka, seperti investor dan akses pasar.

“Kita tidak bisa lagi bergantung pada negara lain. Untuk mandiri, kita butuh UMKM yang kuat. Karena itu, seluruh pelatihan harus produktif dan berdampak,” imbuh dia.

Hal senada disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Leontinus Alpha Edison.

Ia menyebut program Perintis Berdaya menjadi langkah konkret dalam menjawab kebutuhan pelaku usaha kecil dan menengah.

“Dari lebih 1.700 pelaku usaha yang mendaftar, kita seleksi 65 pelaku UKM dan koperasi. Fokusnya bukan hanya pelatihan, tapi juga pendampingan, inkubasi, dan mentoring oleh praktisi. Ini model yang akan kami replikasi,” jelas Leontinus.

Ia juga memaparkan data yang menunjukkan tantangan di lapangan, seperti minimnya digitalisasi UMKM, keterbatasan akses pembiayaan, serta rendahnya pemanfaatan teknologi produksi.

“Dari data kami, 60% pelaku usaha masih memproduksi secara manual. PR digitalisasi masih sangat besar,” ujar dia.

Sementara itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyambut baik program nasional tersebut. Ia memastikan kesiapan Kota Bandung untuk menjadi pusat pengembangan UMKM berbasis inovasi dan kolaborasi.

“Bandung punya segalanya: infrastruktur, komunitas kreatif, ekosistem wirausaha. Program seperti Perintis Berdaya ini sangat cocok dengan semangat Kota Bandung sebagai creative hub nasional,” ucap Wali Kota Farhan.

Ia juga mengapresiasi dipilihnya Braga Pendek sebagai lokasi showcase produk UMKM dalam kegiatan tersebut.

“Braga adalah wajah kolaboratif Kota Bandung. Di sini, ekonomi kreatif, budaya, dan kewirausahaan bertemu,” kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

36 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.