Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG: Waspada Gelombang Tinggi di Laut Selatan DIY

📅 Minggu, 22 Jun 2025, 19:58 WIB | Oleh:
BMKG: Waspada Gelombang Tinggi di Laut Selatan DIY Doc: ANTARA/Hendra Nurdiyansyah
Ket. Petugas penyelamat di Pantai Parangtritis, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meminta masyarakat waspada terhadap gelombang air laut, Selasa (12/7). BMKG DIY mengumumkan gelombang air Samudera Hindia dapat mencapai 2 hingga 4 meter.

YOGYAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi gelombang tinggi di wilayah perairan selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hingga 25 Juni 2025 akibat pengaruh pola siklonik di barat Sumatera.

Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta Warjono dalam keterangannya di Yogyakarta, Minggu, mengatakan keberadaan pola siklon tersebut memperkuat dominasi angin timuran yang turut memengaruhi kondisi maritim di selatan Jawa, termasuk wilayah DIY.

"Terpantau adanya pola siklonik di Samudera Hindia sebelah barat pulau Sumatra yang dapat memperkuat pola angin timuran di sebagian besar wilayah Jawa termasuk wilayah DIY. Kondisi ini juga berpeluang meningkatkan kecepatan angin dan ketinggian gelombang laut di perairan DIY," ujar Warjono.

Berdasarkan prakiraan cuaca, gelombang laut di perairan selatan DIY meliputi perairan di Kabupaten Kulon Progo, Bantul, dan Gunungkidul berpotensi mencapai tinggi antara 2,5 hingga 4,0 meter.

Karena itu, dia mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, operator kapal, serta wisatawan yang beraktivitas di wilayah pesisir meningkatkan kewaspadaan dan menghindari kegiatan di laut selama periode gelombang tinggi berlangsung.

BMKG, lanjut dia, menyebut perahu nelayan mulai berisiko jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang melebihi 1,25 meter.

Sementara itu, kapal tongkang berpotensi terdampak pada gelombang 1,5 meter dengan angin 16 knot, dan kapal ferry pada gelombang 2,5 meter dengan angin 21 knot.

Menurut Warjono, kondisi atmosfer saat ini juga ditunjang oleh suhu muka laut di Laut Jawa dan Samudra Hindia selatan Jawa yang terpantau relatif hangat, yakni antara 28 hingga 29 derajat Celsius, dengan anomali berkisar dari -0,5 hingga 2,0 derajat Celsius.

"Kondisi ini mendukung peningkatan suplai uap air ke atmosfer dan turut memperkuat pembentukan awan hujan maupun sistem cuaca laut," kata dia.

BMKG Yogyakarta, menurut dia, akan terus memantau perkembangan kondisi maritim dan menyampaikan informasi pembaruan secara berkala melalui kanal resmi.

Masyarakat diminta tetap mengikuti perkembangan peringatan dini guna mengantisipasi dampak gelombang tinggi di wilayah selatan DIY.

Di sisi lain, Warjono menambahkan, berdasarkan analisis kelembapan udara pada ketinggian 1,5 hingga 5 kilometer, wilayah DIY juga masih berpeluang mengalami hujan ringan, terutama di bagian utara Sleman, Kulon Progo, dan Gunungkidul selama periode 23 hingga 25 Juni 2025.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Menhub Instruksikan untuk Prioritaskan Evakuasi Penumpang KMP Virgo Transport 8

Menhub Instruksikan untuk Prioritaskan Evakuasi Penumpang KMP Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.