Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiga calon murid Sekolah Rakyat di Kota Malang mengundurkan diri

📅 Sabtu, 21 Jun 2025, 16:35 WIB | Oleh:
Tiga calon murid Sekolah Rakyat di Kota Malang mengundurkan diri Doc: ANTARA/Ananto Pradana
Ket. Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang Donny Sandito.

Malang, Jawa Timur -- Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyatakan bahwa jumlah calon murid Sekolah Rakyat (SR) di wilayah setempat masih belum genap 100 orang, lantaran adanya tiga peserta yang mengajukan pengunduran diri.

"Sebenarnya sudah genap 100 siswa tetapi sekarang menjadi 97 siswa, karena kemarin ada yang mengundurkan diri," kata Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang Donny Sandito di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu.

Donny menyebut bahwa alasan pengunduran tiga pelajar itu salah satunya dikarenakan kendala izin dari orang tua.

"Orang tuanya merasa tidak tega karena berpisah anaknya yang tinggal di asrama," ucapnya.

Pihaknya pun sebenarnya sudah mencoba membujuk kepada orang tua calon pelajar SR agar bisa memberikan izin bagi anaknya untuk menempuh program pendidikan dengan sistem asrama itu.

Namun, pihaknya tak bisa memaksakan kehendak orang tua untuk melepaskan anaknya bersekolah di Sekolah Rakyat yang ditempatkan di Gedung Politeknik Kota Malang (Poltekom) di Jalan Raya Tlogowaru, Kecakatan Kedungkandang.

Selain persoalan izin orang tua, susutnya jumlah pelajar SR di Kota Malang juga dikarenakan adanya salah seorang calon murid yang memilih untuk menempuh pendidikan pesantren.

"Ada juga alasannya itu karena sudah diterima di pondok pesantren terkenal lewat jalur beasiswa," ujarnya.

Para pelajar yang mengundurkan diri itu adalah calon siswa di Sekolah Rakyat untuk jenjang pendidikan sekolah menengah pertama (SMP).

Jumlah di dalam satu rombongan belajar (rombel) pada SR jenjang SMP di Kota Malang, yakni sebanyak 100 siswa.

Ketentuannya adalah dari 100 siswa itu akan dibagi ke dalam empat kelas dengan jumlah masing-masing 25 pelajar.

Ia menyatakan telah meminta kepada jajarannya untuk melakukan pemetaan ulang agar jumlah pelajar SR bisa genap 100 pelajar. Calon siswa Sekolah Rakyat berasal dari desil 1 dan 2 di dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

"Iya teman-teman masih mengusahakan itu," ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Kunjungan Menteri Pertahanan Tailan

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Kunjungan Menteri Pertahana...
Luar Negeri
Trump Desak Raksasa Minyak ...

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

05 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.