Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

SMKN 61 Kepulauan Seribu Tekankan Pentingnya Pendidikan Ketarunaan dalam Bentuk Kemandirian untuk Bersaing di Luar Negeri

📅 Jumat, 26 Jun 2026, 06:30 WIB | Oleh:
SMKN 61 Kepulauan Seribu Tekankan Pentingnya Pendidikan Ketarunaan  dalam Bentuk Kemandirian untuk Bersaing di Luar Negeri Doc: antara foto
Ket. Pendidikan Ketarunaan di SMKN 61 Kepulauan Seribu.

JAKARTA - SMK Negeri 61 Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta menekankan pentingnya pendidikan ketarunaan sebagai bekal membentuk kemandirian agar dapat bersaing secara profesional di dalam maupun luar negeri.

Kepala SMKN 61 Kabupaten Kepulauan Seribu Firdaus mengatakan salah satu tantangan terbesar ketika siswa bekerja di luar negeri adalah kesiapan mental untuk hidup jauh dari keluarga.

“Yang jadi masalah ketika siswa berangkat ke luar negeri adalah kemandirian. Kemandirian yang tidak bisa jauh dari orang tua," ujar Firdaus di Pulau Tidung, Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta, Kamis (25/6).    

Karena itu, pihaknya membekali para murid dengan sistem pendidikan ketarunaan yang bertujuan untuk membentuk kedisiplinan, tanggung jawab serta kemandirian siswa sebelum memasuki dunia kerja. 

Ia menilai lingkungan sekolah dengan sistem asrama dan pembinaan karakter dapat menjadi salah satu cara untuk melatih siswa agar lebih siap menghadapi kehidupan di luar negeri.

Pada kesempatan itu, Firdaus juga menjelaskan SMKN 61 memiliki lima program keahlian, yaitu Nautika Kapal Niaga, Teknika Kapal Niaga, Nautika Kapal Penangkapan Ikan, Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut, serta Kuliner.

Tiga jurusan diantaranya, kata dia, telah mendapatkan pengakuan internasional atau approval, yakni Nautika Kapal Niaga, Teknika Kapal Niaga, dan Nautika Kapal Penangkapan Ikan.

Status ini lantas menjadikan ijazah para lulusan ketiga jurusan tersebut diterima di industri pelayaran global, sesuai standar International Convention on Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers (STCW).

Dari sisi fasilitas, ia menambahkan sekolah tersebut juga memiliki sarana pendukung, seperti bridge simulator, engine simulator, dan laboratorium penunjang guna meningkatkan kompetensi siswa sesuai kebutuhan industri.

Oleh karena itu, Firdaus menilai keberhasilan lulusan bekerja di luar negeri merupakan hasil kombinasi antara pembelajaran berbasis industri, fasilitas sekolah, pendidikan karakter, serta lingkungan belajar maritim yang autentik.

"Yang penting bukan hanya kompetensi teknis, tapi juga mental dan pengalaman maritim yang sesungguhnya," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Kejutan Besar, Ekuador Lolos ke 32 Besar Usai Taklukkan Jerman 2-1 pada Laga Terakhir Grup E

Kejutan Besar, Ekuador Lolos ke 32 Besar Usai Taklukkan Jerman 2-1 pada Laga Terakhir Grup E

26 Jun 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.