Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Produksi Pangan Sulsel Melimpah, Surplus 934 Ribu Ton per Juni 2025

📅 Kamis, 19 Jun 2025, 11:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Produksi Pangan Sulsel Melimpah, Surplus 934 Ribu Ton per Juni 2025 Doc: Antara Foto
Ket. Area persawahan siap panen di Kabupaten Maros, Sulsel.

Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (TPHBun) Sulawesi Selatan mencatat produksi pertanian di Sulawesi Selatan mengalami surplus 934 ribu ton hingga pertengahan Juni 2025.

Plt Kepala Dinass TPHBun Abdul Gafar di Makassar, Rabu, menyebut bahwa produksi padi telah mencapai 2,54 juta ton gabah kering giling (GKG), sedangkan produksi beras juga telah mencapai 1,45 juta ton, sehingga total produksi telah mencapai 4 juta ton lebih.

"Jika berdasarkan target bulanan, kita malah surplus tetapi kan target di pusat itu hampir 6 juta ton di akhir tahun. Itu nanti kita lihat di akhir tahun," ujar dia.

Pada 2025 ini, Provinsi Sulawesi Selatan memiliki target produksi beras sebanyak 6.339.302 ton dengan target tanam seluas 1.550.587 hektare. Sementara sejak Januari hingga Juni 2025, luas tanam baru mencakup 690.244 hektare dengan luas area panen 486.751 hektare.

"Kegiatan juga terus berjalan, panen masih berlangsung dan kita mendata terus hingga akhirnya kita akan lihat di bulan Desember 2025 apakah kita bisa mencapai target produksi," tambah Gafur.

Hasil produksi yang ada saat ini diyakini akan terus bertambah karena sejumlah daerah di Sulsel masih akan panen, seperti Kabupaten Pinrang dengan jumlah cukup besar. Sehingga diperkirakan panen di bulan Juli  bisa mencapai angka 156 ribu ton gabah kering dengan luas panen 31.999 hektare.

Padi juga menjadi perhatian Dinas TPHBun Sulsel karena harga padi masih lebih bagus dari komoditas lain.

Namun, Sulsel berhasil mencatat produksi jagung telah melampaui target yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat yakni 1.154.389 ton. Sementara hasil produksi jagung di Sulsel sebanyak 1.275.874 ton (tongkol kering panen).

"Memang jagung ini komoditas sekunder dari pangan, kalau pilihan itu padi masih lebih bagus karena harganya juga lebih bagus. Perbandingan produksi pemerintah itu hampir sama, jagung mungkin 6-7 ton per hektare, kalau harga satuan itu Rp5.200," urainya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Daftar Event Akhir Pekan di Jakarta 6–7 Juni 2026: Ada Konser EXO dan Reality Club

Daftar Event Akhir Pekan di Jakarta 6–7 Juni 2026: Ada Konser EXO dan Reality Club

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.