Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Israel Disebut Mulai Kehabisan Stok Senjata Pencegat Rudal Balistik

📅 Rabu, 18 Jun 2025, 15:57 WIB | Oleh:
Israel Disebut Mulai Kehabisan Stok Senjata Pencegat Rudal Balistik Doc: Istimewa
Ket. Sistem pertahanan udara Israel diaktifkan untuk mencegat rudal Iran di atas kota Tel Aviv di Israel di tengah rentetan roket Iran, pada 16 Juni 2025

WASHINGTON - Seorang mantan pejabat senior departemen pertahanan Amerika Serikat yang mengetahui upaya untuk memasok ulang Israel baru-baru ini mengatakan Israel menggunakan pencegat rudal balistiknya dengan cepat setelah empat hari perang dengan Iranm

"Dalam beberapa kalangan pemerintah AS, ada kekhawatiran bahwa serangan langsung AS terhadap Iran dapat memicu pembalasan Iran yang lebih besar terhadap Israel yang akan menguras persediaan pencegat rudal global AS ke tingkat yang mengerikan," kata pejabat itu seperti dilansir Middle East Eye.

Israel mengandalkan sistem pertahanan udara tiga tingkat, dan serangan Iran menantang pertahanannya yang paling canggih. 

Iron Dome digunakan untuk menembak jatuh roket dan pesawat nirawak jarak pendek yang ditembakkan oleh kelompok-kelompok seperti Hamas dan Hizbullah. Tingkat kedua adalah David's Sling, yang dapat mencegat roket yang lebih berat beserta beberapa rudal balistik. Sistem Arrow 2 dan 3 digunakan untuk menjatuhkan rudal balistik, sedangkan sistem Arrow 3 mampu menembak jatuh rudal hipersonik eksoatmosfer.

Namun pengisian ulang sistem Arrow telah menjadi masalah abadi bagi Israel. 

MEE melaporkan pada bulan September bahwa Israel tengah berjuang untuk mengisi ulang pencegat Arrow setelah serangan pertama Iran terhadap Israel pada bulan April tahun lalu. AS dan Israel bersama-sama memproduksi pencegat Arrow. 

“Jenis pencegat yang dibutuhkan untuk menembak jatuh rudal balistik mahal dan sulit diproduksi dalam jumlah besar,”  tulis Dan Caldwell, mantan pejabat senior Departemen Pertahanan di pemerintahan Trump, yang menentang konfrontasi militer dengan Iran, di X. 

"Saya berasumsi Israel telah menimbun sejumlah besar Arrow dan Stunner untuk David's Sling, tetapi mereka pasti telah menghabiskan banyak dari senjata itu untuk melawan Houthi dan selama serangan rudal Iran sebelumnya tahun lalu. Oleh karena itu, kemungkinan besar Israel dan AS harus segera mulai menjatah pencegat mereka," tambahnya. 

Iran telah menembakkan sedikitnya 370 rudal balistik ke Israel sejak 13 Juni, kata kantor pers perdana menteri Israel pada hari Senin. 

Margin tipis

Salah satu keuntungan yang dinikmati Israel yang dapat membantu mengatasi kekurangan pencegat adalah superioritas udaranya atas Iran, yang tampaknya diperolehnya dalam waktu empat hari setelah pengeboman. 

Pesawat tempur Israel beroperasi di atas Teheran pada siang hari. Menurut militer Israel, mereka telah menghancurkan sekitar sepertiga kemampuan peluncuran rudal permukaan-ke-permukaan Iran. 

Josh Paul, mantan pejabat Departemen Luar Negeri AS yang mengundurkan diri sebagai protes terhadap dukungan AS terhadap perang Israel di Gaza, mengatakan kepada MEE bahwa Israel secara selektif menargetkan kemampuan peluncuran Iran. 

"Kami tidak tahu seberapa banyak lagi yang dapat diluncurkan Iran. Saya pikir masalahnya lebih pada peluncur daripada rudal," katanya. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.