Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Utang Luar Negeri Meningkat tapi Tak Mengurangi Angka Kemiskinan

📅 Selasa, 17 Jun 2025, 20:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Utang Luar Negeri Meningkat tapi Tak Mengurangi Angka Kemiskinan Doc: istimewa
Ket. Manajer Riset Seknas Fitra, Badiul Hadi

JAKARTA-Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia meningkat berdasarkan laporan terbaru Bank Indonesia (BI). Hal ini kontradiktif dengan meningkatnya jumlah penduduk miskin RI yang mencapai 194,5 juta jiwa.

 Manajer Riset Seknas Fitra, Badiul Hadi mengatakan, rilis BI terkait kenaikan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia per April 2025 mencapai 431,5 miliar dolar AS, atau tumbuh 8,2 persen (yoy). Kenaikan ini utamanya berasal dari sektor publik, dan pelemahan dollar AS terhadap sejumlah mata uang global, sehingga menambah nilai tukar kewajiban luar negeri Indonesia dalam rupiah.

Di sisi lain, laporan terbaru Bank Dunia menunjukkan bahwa jumlah penduduk miskin dan rentan di Indonesia kini mencapai 194,5 juta jiwa. "Ini sebuah kondisi yang mencerminkan tantangan struktural dalam distribusi hasil pembangunan,"tegasnya pada Koran Jakarta, Selasa (17/6).

Tentu kata Badiul, akan muncul berbagai pertanyaan di publik, diantaranya untuk apa ULN ini digunakan jika tidak berdampak pada pengurangan kemiskinan? Keseimbangan antara pengelolaan utang dan dampak sosialnya menjadi krusial. 

Utang negara seharusnya menjadi instrumen untuk mendorong pembangunan yang inklusif dan meningkatkan daya beli masyarakat, bukan sekadar menjaga stabilitas makroekonomi tanpa menyentuh realitas keseharian warga miskin.

"Utang luar negeri (ULN) idealnya untuk pembiayaan seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, atau transformasi ekonomi. Namun, ketika utang meningkat secara signifikan tanpa diiringi penurunan angka kemiskinan, maka muncul pertanyaan kritis, apakah utang benar-benar dikelola untuk mendukung kesejahteraan rakyat?,"ujarnya

Dalam konteks ini atau tata kelola keuangan negara perlu menekankan pada transparansi dan akuntabilitas penggunaan ULN, termasuk tujuan dan dampaknya terhadap pembangunan sosial.

Perlu dievaluasi

Evaluasi efektivitas utang, apakah benar benar menghasilkan multiplier effect terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, dan pengurangan kemiskinan. Dan penguatan kebijakan fiskal dan sosial, agar utang tidak hanya menutup defisit, tetapi mendorong transformasi ekonomi yang inklusif.

Bank Indonesia (BI) mengatakan, utang luar negeri (ULN) Indonesia pada April 2025 tercatat 431,5 miliar dolar AS atau tumbuh 8,2 persen secara tahunan (year-on year/yoy). Posisi ULN Indonesia pada April 2025 tersebut lebih tinggi apabila dibandingkan dengan pertumbuhan pada Maret 2025 sebesar 6,4 persen (yoy).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin, menyampaikan bahwa perkembangan posisi ULN April 2025 bersumber dari sektor publik. “Kenaikan posisi ULN juga dipengaruhi oleh faktor pelemahan mata uang dolar AS terhadap mayoritas mata uang global,” kata Ramdan

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.