Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kubica Menangi Le Mans 24 Jam Usai Taklukkan Pertarungan Mental Selama 14 Tahun

📅 Selasa, 17 Jun 2025, 08:28 WIB | Oleh:
Kubica Menangi Le Mans 24 Jam Usai Taklukkan Pertarungan Mental Selama 14 Tahun Doc: AFP
Ket. Robert Kubica meraih kemenangan di ajang 24 Hours of Le Mans.

LE MANS, PRANCIS – Robert Kubica mencatat sejarah dan mengukir momen emosional dalam karier balapnya setelah meraih kemenangan di ajang 24 Hours of Le Mans, Senin (16/6) waktu setempat. Mantan pebalap Formula 1 asal Polandia itu tampil sebagai juara bersama tim AF Corse dan dua rekan setimnya, Philip Hanson serta Ye Yifei, dalam balapan ketahanan legendaris di Sirkuit de la Sarthe.

Kubica, yang kini berusia 40 tahun, menjadi orang Polandia pertama yang menjuarai Le Mans. Lebih dari sekadar trofi, kemenangan ini terasa sebagai penebusan setelah kecelakaan nyaris fatal yang dia alami saat mengikuti reli di Andorra pada 2011. Kecelakaan itu membuat lengan kanannya mengalami cedera parah dan sebagian harus diamputasi.

“Yang paling hebat dari semua yang saya capai bukan soal kemenangan. Yang terbaik adalah pertarungan mental yang berhasil saya menangkan,” ujar Kubica usai finis.

AF Corse, tim independen yang menggunakan Ferrari #83 berkelir kuning mencolok, mengalahkan mobil pabrikan Ferrari yang lebih difavoritkan. Kubica dan timnya finis hanya 14,084 detik di depan mobil Porsche #6 yang dikemudikan Kevin Estre, Matt Campbell, dan Laurens Vanthoor dalam persaingan ketat yang baru ditentukan di 15 menit terakhir balapan.

“Ini 24 jam yang panjang tapi menyenangkan. Grazie mille, grazie a tutti,” ucap Kubica lewat radio tim saat menyentuh garis finis.

Kemenangan ini memberi Ferrari kemenangan ketiga beruntun di Le Mans. Namun karena AF Corse bukan tim resmi pabrikan, Ferrari tidak mendapatkan poin kemenangan untuk kejuaraan World Endurance Championship (WEC).

Kubica sempat menjadi bintang masa depan F1 usai memenangi Grand Prix Kanada 2008. Namun kecelakaan tahun 2011 membuatnya absen lama dari dunia balap single-seater. Ia kemudian meniti karier kembali lewat reli dan ajang ketahanan sebelum akhirnya kembali ke F1 bersama Williams pada 2019, meski hanya bertahan semusim.

“Perlu waktu bertahun-tahun untuk pulih, bukan hanya secara fisik tapi juga mental. Sulit menerima bahwa lengan saya tak bisa bekerja seperti dulu. Tapi saya harus menerima kenyataan,” ungkapnya.

Kemenangan di Le Mans kali ini dianggap banyak pihak sebagai pencapaian terbesar Kubica, bahkan melebihi masa keemasannya di F1.

Selain Kubica, dua rekan setimnya juga mencatat sejarah. Philip Hanson untuk pertama kalinya merasakan gelar juara Le Mans, sementara Ye Yifei menjadi pembalap Tiongkok pertama yang menjuarai balapan ini.

“Saya tak bisa berkata-kata. Rasanya seperti mimpi. Mungkin dua detik lagi saya bangun dan semua ini tidak nyata,” ujar Ye, yang pertama kali datang ke Le Mans saat berusia 14 tahun sebagai bagian dari program pertukaran pembalap muda.

Ye menambahkan bahwa pencapaian ini menunjukkan kemajuan besar dunia otomotif Tiongkok. “Saat ayah saya seusia saya, hampir tak ada mobil di jalanan. Jadi menjadi pembalap profesional itu mustahil.”

Di sisi lain, Ferrari boleh senang karena menempatkan tiga mobil di posisi empat besar. Namun sebagian pihak di markas Maranello mungkin kecewa karena mobil pemenang bukan dari tim resmi pabrikan.

Sementara itu, Cadillac yang mengunci barisan depan pada sesi kualifikasi gagal memanfaatkan peluang. Mobil #12 yang dikemudikan Will Stevens, sang peraih pole, hanya finis di posisi lima. Sementara mobil satu lagi (#38) yang diperkuat eks juara dunia F1 Jenson Button harus puas finis kedelapan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
PLN Tegaskan Sistem Kelistr...
Nasional
Pakar Kesehatan Imbau Warga...

Pembangunan Jakarta Harus Berdampak Riil bagi Rakyat  

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pembangunan Jakarta Harus B...

Jakarta Tetap Kuat di Tengah Gonjang-ganjing Global

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Tetap Kuat di Tenga...
Daerah
Wamenpar Serukan Pelaku Wis...
Megapolitan
Akses ke  JIS Makin Mudah, ...
PLN Tegaskan Sistem Kelistrikan di Pulau Jawa Berangsur Normal

PLN Tegaskan Sistem Kelistrikan di Pulau Jawa Berangsur Normal

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Peluang Melemah Terbuka, 22 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.