Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Ekspor Batu Bara Kokas ke Sulawesi, Uji Pasar yang Dikuasai Australia dan Indonesia

📅 Senin, 16 Jun 2025, 14:30 WIB | Oleh:
Tiongkok Ekspor Batu Bara Kokas ke Sulawesi, Uji Pasar yang Dikuasai Australia dan Indonesia Doc: Reuters
Ket. Seorang pekerja berjalan melewati tumpukan batu bara di pabrik kokas batu bara di Yuncheng, provinsi Shanxi, Tiongkok.

JAKARTA - Tiongkok mulai mengekspor batu bara kokas ke Indonesia dengan mengirimkan sedikitnya tiga kargo ke pabrik pengolahan di Sulawesi sepanjang Mei 2025, menurut sejumlah sumber. Langkah ini menandai upaya Negeri Tirai Bambu merambah pasar yang selama ini didominasi oleh Australia dan Indonesia.

Sebagai negara pengimpor batu bara kokas terbesar di dunia, ekspor China atas bahan baku utama pembuatan baja ini tergolong jarang. Berdasarkan data bea cukai Tiongkok, pengiriman ke Indonesia baru terjadi tiga kali sejak awal tahun 2024.

Pengapalan batu bara kokas tersebut melibatkan Shanxi Coking Coal Group, perusahaan milik negara Tiongkok. Perusahaan ini menjual batu bara ke China Risun Group yang kemudian mengekspornya ke Indonesia, tepatnya ke salah satu pabrik pengolahan kokas terbesar di wilayah Sulawesi. Selain itu, kargo lain dijual ke Hong Kong Jinteng Development Ltd, dan satu lagi ke pabrik baja Dexin Steel di Indonesia, ungkap tiga sumber kepada Reuters.

Sumber-sumber tersebut enggan diidentifikasi karena tidak memiliki wewenang untuk menyampaikan informasi kepada media. Hingga berita ini diturunkan, pihak Shanxi Coking Coal, China Risun, dan Dexin Steel belum memberikan tanggapan. Reuters juga belum berhasil menghubungi Hong Kong Jinteng Development Ltd.

Lawrence Yan, konsultan energi independen, menyebut bahwa ekspor ini merupakan uji coba kelayakan ekonomi pasokan dari China. Di sisi lain, langkah ini juga memberi sinyal kepada pemasok utama seperti Australia bahwa pabrik pengolahan di Indonesia kini memiliki alternatif pasokan. Meski demikian, Yan menilai ekspor dari China kemungkinan besar tidak akan menjadi arus utama karena tingginya biaya dan ketatnya persaingan dari Rusia dan Mongolia.

Dalam jangka panjang, perlambatan industri baja domestik China diperkirakan akan membuka peluang ekspor reguler batu bara kokas. Hal ini disampaikan oleh seorang eksekutif dari perusahaan dagang Winsway asal Tiongkok.

Pada April lalu, Tiongkok tercatat mengekspor 78.030 metrik ton batu bara kokas ke Indonesia. Ini merupakan pengiriman pertama sejak Juli 2024. Namun, data untuk bulan Mei belum tersedia secara resmi.

Pabrik pengolahan kokas di Sulawesi kini berkembang menjadi pusat pasokan kokas metalurgi bahan baku penting dalam produksi baja. Kondisi ini turut mendorong peningkatan permintaan batu bara kokas yang dibutuhkan dalam proses pembuatannya. Ekspor kokas logam dari Indonesia bahkan mencapai rekor tertinggi pada tahun ini, menurut data dari lembaga pemantau Kpler.

Namun, sejumlah tantangan mulai muncul. Salah satunya adalah overkapasitas produksi, dengan tingkat utilisasi pabrik hanya berada di kisaran 60% hingga 70%. Selain itu, ekspor Indonesia juga terkena dampak dari pembatasan impor yang diberlakukan oleh India sebagai salah satu pembeli utama sejak Desember lalu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Kebakaran Meluas, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

2 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Kebakaran Meluas, Wisata Gu...
Nasional
MTQ Nasional XXXI Dibuka, M...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.