Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wamen Ekraf Bahas Pengembangan Platform Sejarah dan Spiritualitas untuk Ekonomi Kreatif

📅 Minggu, 15 Jun 2025, 08:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wamen Ekraf Bahas Pengembangan Platform Sejarah dan Spiritualitas untuk Ekonomi Kreatif Doc: Antara Foto
Ket. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif membahas pengembangan platform digital yang mengangkat sejarah dan spiritualitas sebagai potensi ekonomi kreatif. Inisiatif ini diharapkan mampu memperkuat identitas budaya dan menarik minat generasi muda.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar membahas pengembangan platform digital untuk sejarah dan spiritualitas guna mendorong pertumbuhan usaha ekonomi kreatif berbasis budaya dan sejarah dalam dialog dengan perwakilan Jejak Buddha Nusantara.

Dalam pertemuan dengan perwakilan Jejak Buddha Nusantara di Autograph Tower, Jakarta, Kamis (12/6), dia mengemukakan perlunya menghadirkan platform digital yang informatif, emosional, dan imajinatif.

"Saya melihat inisiatif seperti jejak Buddha Nusantara sangat potensial untuk menciptakan pengalaman kreatif yang edukatif sekaligus berdampak sosial," katanya dalam siaran pers kementerian yang diterima pada Minggu.

"Ini adalah bentuk inovasi lokal yang bisa menjangkau pasar global jika dikembangkan dengan pendekatan yang tepat," ia menambahkan.

Dia mengemukakan gagasan mengenai penguatan narasi digital, eksplorasi konten multimedia, hingga strategi aktivasi publik melalui pendekatan lintas platform dalam upaya pengembangan platform digital sejarah dan spiritualitas.

Irene mendorong penerapan inisiatif seperti Jejak Buddha Nusantara untuk memperkuat usaha ekonomi kreatif berbasis budaya dan inovasi digital.

"Ekonomi kreatif harus menjadi the new engine of growth bagi bangsa ini, dan inisiatif seperti ini menunjukkan bagaimana nilai sejarah bisa diolah secara relevan dan berdampak," katanya.

Platform Jejak Buddha Nusantara dirancang tidak hanya sebagai katalog situs bersejarah, tetapi juga sebagai ruang interaksi publik dan promosi ekonomi kreatif lokal.

Platform ini rencananya mencakup fitur seperti direktori destinasi, narasi sejarah dan lingkungan situs, forum publik, rekomendasi wisata, ulasan pengguna, integrasi media sosial, serta etalase produk kreatif daerah.

"Platform ini kami desain tidak hanya sebagai media edukasi, tetapi juga sebagai cara untuk mendorong partisipasi publik dalam merawat dan menghidupkan kembali situs-situs bersejarah," kata Produser Jejak Buddha Nusantara, Alim Sudio.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Kemenbud Dukung Pengusulan ...
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...

Debut Manis Bintang Baru Garuda! Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026

Debut Manis Bintang Baru Garuda! Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026

28 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.