Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jajaki Pasar Ekspor ke Negeri Ginseng, BNI Boyong 3 UKM RI Ke Pameran Makanan Terbesar di Korsel

📅 Minggu, 15 Jun 2025, 17:12 WIB | Oleh:
Jajaki Pasar Ekspor ke Negeri Ginseng, BNI Boyong 3 UKM RI Ke Pameran Makanan Terbesar di Korsel Doc: Dok. Istimewa

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI melalui program BNI Xpora memboyong tiga pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di sektor makanan dan minuman untuk berpartisipasi dalam ajang Seoul Food & Hotel (SFH) 2025, pameran makanan terbesar di Korea Selatan yang berlangsung di Kintex, Seoul, belum lama ini.

SEVP Treasury BNI Ita Tetralastwati menjelaskan bahwa keikutsertaan BNI dalam "Indonesia in Korea – SFH 2025" merupakan bentuk nyata sinergi antara BNI dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Bank Indonesia (BI), Kementerian Luar Negeri (KBRI Seoul), serta Kementerian Perdagangan melalui ITPC dan Atase Perdagangan di Seoul. 

Kolaborasi ini bertujuan untuk memperluas jangkauan produk UKM Indonesia ke pasar ekspor, sejalan dengan mandat BNI sebagai bank global.

"Melalui partisipasi di SFH 2025, BNI ingin membuka peluang bagi UKM binaan untuk menembus pasar global, khususnya di Korea Selatan. Ini adalah kali ketiga BNI Xpora hadir di ajang ini sebagai bagian dari upaya mendorong UKM naik kelas dan memperkuat kontribusi ekspor nasional," ujar Ita dalam keterangan tertulis, kemarin.

Adapun tiga UKM yang difasilitasi BNI dalam pameran ini antara lain PT Maxindo Karya Anugrah yang memproduksi camilan sehat berbahan dasar buah dan sayuran, PT Indo Tropikal Group yang menghadirkan produk permen berbahan jahe dan kopi khas Indonesia, serta PT Alam Scientia Asia yang fokus pada produksi makanan sehat dan bergizi.

Paviliun Indonesia yang hadir dalam pameran tersebut menampilkan produk-produk dari UKM binaan BNI dan BI. Paviliun ini menjadi titik temu strategis antara UKM Indonesia dengan para buyer, importir, distributor, pelaku bisnis perhotelan, pemilik restoran, dan retailer dari Korea Selatan maupun mancanegara yang mencari produk makanan, minuman, layanan katering, dan bahan baku industri kuliner.

Acara pembukaan Paviliun Indonesia ditandai dengan seremoni pengguntingan pita oleh Ita bersama Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Seoul Zelda Wulan Kartika dan Direktur Departemen Internasional BI Elsya Chani.

Keikutsertaan UKM dalam pameran ini juga membuka peluang kolaborasi dan penjajakan bisnis dengan mitra-mitra internasional yang hadir, serta memungkinkan pelaku usaha Indonesia untuk memahami kebutuhan dan selera konsumen global secara langsung.

Ita menambahkan bahwa partisipasi UKM dalam SFH 2025 diharapkan dapat memberikan dampak konkret dalam peningkatan volume ekspor ke Korea Selatan dan negara mitra lainnya. “Kami ingin para pelaku UKM bisa mendapatkan pengalaman internasional dan menjalin jejaring bisnis yang berkelanjutan,” tegas dia.

Langkah ini sejalan dengan misi BNI untuk menjadi fasilitator utama ekspor UKM Indonesia melalui program BNI Xpora yang mengintegrasikan pembinaan usaha, akses pembiayaan, dan promosi pasar internasional dalam satu ekosistem berkelanjutan.

Dengan kehadiran aktif di ajang pameran berskala global seperti SFH 2025, BNI terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat daya saing UKM Indonesia di kancah internasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor perdagangan luar negeri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.