Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Antisipasi Covid-19, Dinkes Magetan Minta Warga Terapkan Prokes

📅 Minggu, 15 Jun 2025, 22:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
Antisipasi Covid-19, Dinkes Magetan Minta Warga Terapkan Prokes Doc: ANTARA
Ket. Kepala bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Magetan, Suwantyo.

MAGETAN– Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan, Jawa Timur meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan kembali menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari, guna mengantisipasi merebaknya kembali kasus Covid-19 di Asia Tenggara.

Kepala bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Magetan Suwantyo dalam keterangan di Magetan, Minggu (15/6), mengatakan meski belum ditemukan kasus Covid-19 di daerah itu, pihaknya tak ingin lengah terhadap kemungkinan penularan penyakit tersebut.

"Langkah antisipatif mulai digencarkan seiring dengan meningkatnya kasus Covid-19 di sejumlah negara Asia. Kementerian Kesehatan RI pun telah mengeluarkan surat edaran (SE) terkait kewaspadaan terhadap lonjakan kasus tersebut," ujarnya.

Pihaknya juga sudah menyebarkan surat edaran ke seluruh fasilitas kesehatan dan kantor kecamatan di Magetan yang isinya panduan pencegahan serta edukasi pengetatan prokes lagi kepada masyarakat terkait dengan kewaspadaan Covid-19.

"Kita terus pantau perkembangan global lewat kanal resmi pemerintah dan WHO. Selain itu, pengawasan kasus ILI, SARI, pneumonia, maupun gejala mirip Covid-19 tetap berjalan melalui sistem pelaporan SKDR," kata Suwantyo.

Langkah lain yang dilakukan yakni peningkatan promosi kesehatan di masyarakat. Dinkes mengimbau warga untuk kembali menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), mulai dari mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker saat sakit atau berada di keramaian, serta menjaga jarak.

"Kalau ada warga yang mengalami gejala seperti demam, batuk, atau sesak napas, bisa langsung koordinasi dengan fasilitas kesehatan terdekat," kata dia.

Meski Magetan relatif aman, Dinkes setempat mengingatkan masyarakat agar tidak abai.

Ia menekankan pentingnya kewaspadaan tanpa kepanikan.

"Kita memang sudah divaksinasi, tapi virus ini tetap bisa bermutasi. Jadi, kewaspadaan tetap perlu dijaga. Prinsipnya, ini bukan untuk menakut-nakuti, tapi sebagai langkah edukasi dan pencegahan. Puskesmas juga kita dorong aktif memberikan penyuluhan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Insiden Maut Chiang Rai: Te...

Yen Jepang Makin Terperosok Dekati Rekor Terendah

25 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Yen Jepang Makin Terperosok...
Luar Negeri
Armenia Terbelah Dua Kubu A...
Nasional
DPR Dorong Distribusi Digit...
Luar Negeri
Pekerja Mogok Kerja, Layana...
Daerah
Bangka Tengah Tanam Padi Go...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.