Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Transformasi Mobilitas Nasional Dimulai dari Ekosistem Transportasi Terintegrasi

📅 Jumat, 13 Jun 2025, 11:15 WIB | Oleh:
Transformasi Mobilitas Nasional Dimulai dari Ekosistem Transportasi Terintegrasi Doc: Dok. istimewa

JAKARTA - Membangun sistem transportasi nasional tidak hanya berbicara secara fisik, tetapi juga terintegrasi secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda (DJITM) Kementerian Perhubungan, Risal Wasal saat memberikan opening remark dalam diskusi bertema Driving Mobility – Scaling Road and Rail Infrastructure for National Integration, pada International Conference on Infrastructure, 11–12 Juni 2025 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

Menurut Risal, pembangunan infrastruktur transportasi saat ini tidak cukup hanya berfokus pada perluasan jaringan jalan dan rel.

“Kementerian Perhubungan sedang membangun sesuatu yang lebih dari sekadar infrastruktur. Kami membangun sistem ekosistem transportasi nasional yang cerdas, terhubung, dan berkelanjutan,” ungkapnya dalam keterangan tertulisnya, kemarin. 

Untuk mendukung upaya tersebut, pada tahun 2024 Kementerian Perhubungan membentuk Direktorat Jenderal Transportasi dan Integrasi Multimoda sebagai wujud nyata komitmen pemerintah dalam menyatukan seluruh moda transportasi (darat, laut, udara, dan kereta api) dalam satu sistem yang saling terhubung.

Risal menyampaikan bahwa fokus utama dari pembentukan direktorat ini adalah menurunkan biaya logistik nasional, mengurangi emisi karbon, serta menjamin kelancaran mobilitas orang dan barang dari titik asal hingga ke tujuan akhir.

“Kami tidak hanya berbicara tentang efisiensi, tapi juga tentang keadilan akses, keberlanjutan, dan daya saing nasional,” tegasnya.

Salah satu strategi unggulan yang kini tengah dijalankan adalah pengembangan Transit-Oriented Development (TOD). 

Melalui pendekatan ini, stasiun dan simpul transportasi tidak lagi sekadar tempat transit, tetapi ditransformasi menjadi pusat kegiatan baru yang ramah pejalan kaki dan terintegrasi dengan kawasan hunian, perkantoran, dan pusat layanan publik. 

“TOD bukan hanya solusi transportasi, ini adalah cara baru membangun kota yang layak huni dan kompetitif,” ujar Risal.

Lebih lanjut, pemerintah juga tengah mempercepat pengembangan koridor logistik nasional melalui pembangunan dry port, jalur kereta barang di berbagai pulau, serta penguatan konektivitas pelabuhan dan kawasan hinterland. 

Seluruh inisiatif ini dirancang dalam kerangka investasi terbuka dengan pendekatan inovatif seperti KPBU dan blended finance, guna menciptakan ekosistem transportasi yang tangguh dan menarik bagi mitra global.

Dalam penutupannya, Risal menyerukan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan lintas negara. Ia menegaskan bahwa tantangan mobilitas nasional membutuhkan kerja sama yang erat antar pemangku kepentingan. 

“Indonesia adalah pasar besar dengan kebutuhan mobilitas yang terus tumbuh. Kami tidak hanya mencari investasi, kami mengundang kemitraan jangka panjang untuk membangun masa depan mobilitas yang inklusif, hijau, dan berdaya saing global,” pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

45 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.