Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

1.000 Siswa Ditargetkan Pemkot Pekanbaru Peroleh Cek Kesehatan Gratis

📅 Senin, 04 Agu 2025, 17:45 WIB | Oleh:
1.000 Siswa Ditargetkan Pemkot Pekanbaru Peroleh Cek Kesehatan Gratis Doc: ANTARA/HO-Pemprov Riau
Ket. Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar ketika meninjau pelaksanaan PKG di SMA N 2 Pekanbaru.

PEKANBARU - Pemerintah Kota Pekanbaru, Provinsi Riau menargetkan 1.000 siswa di daerah setempat mendapatkan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dalam tiga hari ke depan mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho dalam tinjauannya ke SMA Negeri 2 Pekanbaru, Senin mengatakan semua diperiksa kesehatannya mulai dari kebugaran, telinga, mata dan juga HB. Hal ini menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Gubernur Provinsi Riau Nomor:3289/400.13.42.1/DINKES.2/2025 Bulan Juli Tahun 2025 tentang Pelaksanaan PKG.

"Kita targetkan pengecekan ini selesai tiga hari ke depan, karena ada 1000 siswa yang akan dicek. Setelahnya, kita bisa mendapat rangkuman hasil pengecekan, supaya kita bisa tahu apa yang menjadi kendala di pelajar kita," katanya.

Dia mengatakan dalam tinjauannya para siswa senang dapat diperiksa kesehatannya secara gratis. Menurutnya program ini juga menjadi upaya percepatan pembangunan kesehatan yang memerlukan adanya langkah strategis dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau, drg Sri Sadono Mulyanto menyebutkan pelaksanaan cek kesehatan gratis ini, siswa tidak hanya "screening", akan tetapi juga dilakukan tindakan medis lanjutan jika hasil pemeriksaan ditemukan ada gejala penyakit yang memerlukan pengobatan.

"Kalau ada yang diperlukan tindakan lanjutan nanti diarahkan ke Puskesmas," ujarnya.

Dikatakannya, mekanisme kegiatan akan dilaksanakan secara langsung di sekolah oleh Petugas Penyuluh Kesehatan Masyarakat (PKM) dengan melibatkan para guru. Pemeriksaan kesehatan secara gratis ini diharapkan dapat mendeteksi lebih awal mengenai kesehatan anak-anak.

"Karena mungkin saja, akademik anak-anak kita jelek dikarenakan gangguan kesehatan seperti rabun dekat atau lainnya, namun mereka tak mau menyampaikan ke orang tuanya," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.