Takdir Bicara, Seorang Warga Inggris Selamat Sementara Lebih dari 290 Orang Tewas dalam Jatuhnya Air India
📅 Jumat, 13 Jun 2025, 05:10 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
AHMEDABAD - Seorang pria Inggris menjadi satu-satunya yang selamat sementara lebih dari 290 orang tewas setelah pesawat Air India yang menuju London jatuh di daerah permukiman di kota Ahmedabad, Kamis (12/6).
Dari The Guardian, pesawat itu jatuh menabrak asrama yang dihuni mahasiswa kedokteran, dokter, dan keluarga mereka di kawasan permukiman Meghani Nagar. Jumlah korban tewas gabungan menjadikannya bencana penerbangan terburuk di dunia selama lebih dari satu dekade.
Rekaman kejadian setelah kejadian menunjukkan asap mengepul di area tersebut dan petugas pemadam kebakaran di jalan yang hangus saat orang-orang dipindahkan dengan tandu. Dalam gambar lain, orang-orang terlihat menilai kerusakan sementara bagian dari pesawat yang hancur terlihat mencuat dari sebuah gedung. Potongan-potongan roda pendaratan, badan pesawat, dan ekor pesawat menonjol dari reruntuhan. Warga mengatakan bahwa suara tabrakan itu seperti ledakan bom dan "rasanya seperti gempa bumi".
Belum diketahui apa yang menyebabkan kecelakaan itu tetapi video CCTV yang memperlihatkan seluruh kejadian akan menjadi bukti penting bagi para penyelidik.
Korban selamat, Vishwash Kumar Ramesh, seorang warga India Inggris asal London, menggambarkan melihat mayat di sekelilingnya setelah kecelakaan itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Tiga puluh detik setelah lepas landas, terdengar suara keras dan kemudian pesawat jatuh. Semua terjadi begitu cepat," kata Ramesh, yang masih memegang boarding pass, kepada Hindustan Times . Ia mengatakan ia mengalami "cedera akibat benturan", termasuk memar di dada, mata, dan kakinya, tetapi ia masih sadar.
"Ketika saya bangun, ada mayat-mayat di sekeliling saya. Saya takut. Saya berdiri dan berlari. Ada serpihan pesawat di sekeliling saya. Seseorang memegang saya dan memasukkan saya ke dalam ambulans dan membawa saya ke rumah sakit," tambahnya.
Rekaman yang diambil tak lama setelah kecelakaan menunjukkan Ramesh berlumuran darah dan tertatih-tatih saat berjalan menuju ambulans. Polisi mengatakan ia sedang duduk di deretan pintu darurat dan berhasil melompat keluar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Komisaris polisi Ahmedabad, Gyanendra Singh Malik, mengatakan kepada ANI bahwa ada satu orang yang selamat yang duduk di kursi 11A, yang sesuai dengan kursi Ramesh di manifes penerbangan.
Vidhi Chaudhary, seorang polisi, mengatakan kepada Reuters: "Sekitar 294 orang tewas. Ini termasuk beberapa mahasiswa ketika pesawat jatuh di gedung tempat mereka menginap."
Ketua Air India, Natarajan Chandrasekaran, menggambarkan kecelakaan itu sebagai “kecelakaan tragis”.
Sebuah video yang diperoleh media lokal menunjukkan pesawat itu terbang di atas kawasan pemukiman sebelum jatuh, menciptakan apa yang tampak seperti ledakan besar.
Menurut pengawas lalu lintas udara di bandara Ahmedabad, pesawat lepas landas pukul 1.39 siang (9.09 pagi BST) dari landasan pacu 23. Mereka mengeluarkan panggilan mayday dan setelah itu tidak terdengar lagi apa pun dari dek penerbangan.
Kantor Luar Negeri Inggris mengatakan para pejabat tengah bekerja sama dengan pihak berwenang India untuk mengungkap fakta-fakta seputar kecelakaan tersebut dan memberikan dukungan kepada mereka yang terlibat. Gatwick mengatakan sebuah pusat penerimaan sedang disiapkan untuk keluarga penumpang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!