Prabowo akan Bertemu Putin Bulan Ini dalam Kunjungan Pertama ke Russia
📅 Kamis, 12 Jun 2025, 14:56 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: Kemhan RI
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto akan bertemu dengan Presiden Russia Vladimir Putin bulan ini dalam kunjungan pertamanya ke negara itu sejak menjabat sebagai presiden, kata sejumlah pejabat, Kamis (12/6).
Indonesia mempertahankan kebijakan luar negeri yang netral alias Non-blok, menolak memihak dalam konflik Ukraina atau persaingan antara Washington dan Beijing, namun Prabowo memuji hubungan yang lebih kuat dengan Moskow.
Prabowo akan mengunjungi Russia dari tanggal 18-20 Juni untuk mengadakan pembicaraan dengan Putin dan menghadiri forum ekonomi di Saint Petersburg, di mana ia akan menyampaikan pidato, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rolliansyah Soemirat kepada wartawan.
"Presiden beserta sejumlah delegasi dijadwalkan mengunjungi St. Petersburg, Russia pada 18-20 Juni. Kunjungan ini untuk memenuhi undangan Presiden Vladimir Putin untuk pertemuan bilateral," katanya.
"Pertemuan bilateral ini diharapkan dapat membahas perkembangan kerja sama bilateral, serta pembahasan antar pemimpin mengenai isu-isu regional dan global yang menjadi perhatian bersama," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Prabowo akan mengunjungi Singapura pada hari Senin untuk menghadiri retret para pemimpin. Di sana, ia akan bertemu dengan perdana menteri dan presiden negara itu, sebelum terbang ke Russia, kata Rolliansyah.
Juru Bicara Kepresidenan Philips Vermonte juga mengkonfirmasi rencana perjalanan tersebut kepada AFP.
Prabowo mengunjungi Putin di Moskow tahun lalu saat menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada bulan Oktober, dan menyebut Russia sebagai "sahabat baik".
Sebaiknya Anda baca juga:
Kedua negara menggelar latihan angkatan laut gabungan pertama di pulau Jawa pada bulan November, dan Prabowo kemudian menjadi tuan rumah bagi pejabat keamanan tinggi Russia Sergei Shoigu di Jakarta untuk melakukan pembicaraan.
Prabowo berjanji akan lebih berani di panggung dunia dibandingkan pendahulunya Joko Widodo.
Indonesia memiliki hubungan dagang senilai miliaran dollar dengan Russia, namun impor senjata utama terhenti dalam beberapa tahun terakhir setelah Russia merebut Krimea pada tahun 2014 dan melancarkan serangan militer skala penuh terhadap Ukraina pada tahun 2022.
Namun, sejak menjadi menteri pertahanan pada tahun 2019, Prabowo telah mempertahankan kesepakatan jet tempur Russia senilai 1,1 miliar dollar AS yang disepakati setahun sebelumnya, meskipun ada laporan adanya ancaman sanksi AS.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!