Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bank Dunia: Ketidakpastian Dagang Tekan Pertumbuhan

24 Kamis, 12 Jun 2025, 01:00 WIB | Oleh:
Bank Dunia: Ketidakpastian Dagang Tekan Pertumbuhan Bank Dunia: Ketidakpastian Dagang Tekan Pertumbuhan Doc: istimewa
Ket. Laporan Bank Dunia - Risiko terhadap prospek global tetap condong ke arah negatif.

WASHINGTON DC – Bank Dunia pada Selasa (10/6), memangkas perkiraan pertumbuhan globalnya untuk tahun 2025 menjadi 2,3 persen, turun empat persepuluh poin persentase. Lembaga ini menyatakan bahwa tarif yang lebih tinggi dan ketidakpastian yang meningkat menciptakan "hambatan signifikan" bagi hampir semua perekonomian.

Dalam laporan Prospek Ekonomi Global yang terbit dua kali setahun, Bank Dunia menurunkan perkiraan untuk hampir 70 persen dari seluruh ekonomi—termasuk Amerika Serikat (AS), Tiongkok, dan Eropa, serta enam kawasan pasar berkembang dari level yang diproyeksikan enam bulan lalu, sebelum Presiden AS Donald Trump menjabat.

Kebijakan perdagangan Trump yang tidak menentu, dengan serangkaian kenaikan tarif yang terkadang tiba-tiba, telah meningkatkan tarif efektifASdari di bawah 3 persen menjadi pertengahan belasan persen—tingkat tertinggi dalam hampir satu abad dan memicu pembalasan oleh Tiongkok dan negara-negara lain.

Bank Dunia adalah lembaga terkini yang memangkas perkiraan pertumbuhannya akibat kebijakan perdagangan Trump. Meskipun beberapa pejabat AS menegaskan konsekuensi negatif ini akan diimbangi oleh lonjakan investasi dan pemotongan pajak yang masih harus disetujui,

Bank Dunia tidak memperkirakan terjadinya resesi. Namun, pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2025 diproyeksikan akan menjadi yang terlemah di luar resesi sejak tahun 2008. Pada tahun 2027, pertumbuhan produk domestik bruto global diperkirakan hanya mencapai rata-rata 2,5 persen, yang merupakan laju paling lambat dalam dekade mana pun sejak tahun 1960-an.

Laporan tersebut juga meramalkan bahwa perdagangan global akan tumbuh sebesar 1,8 persen pada tahun 2025, turun dari 3,4 persen pada tahun 2024 dan sekitar sepertiga dari levelnya sebesar 5,9 persen pada tahun 2000-an.

Prakiraan ini didasarkan pada tarif yang berlaku hingga akhir Mei, termasuk tarif AS sebesar 10 persen atas impor dari sebagian besar negara, namun tidak termasuk kenaikan yang diumumkan oleh Trump pada bulan April dan kemudian ditunda hingga 9 Juli.

Bank Dunia juga memperkirakan inflasi global mencapai 2,9 persen pada tahun 2025, tetap di atas tingkat sebelum Covid-19, mengingat kenaikan tarif dan pasar tenaga kerja yang ketat.

"Risiko terhadap prospek global tetap condong ke arah negatif," demikian bunyi laporan tersebut.

Gedung Putih Membalas

Bank Dunia menyatakan bahwa prospek global telah "memburuk secara substansial" sejak Januari. Hal ini terutama disebabkan oleh perlambatan ekonomi negara maju yang kini diperkirakan hanya tumbuh 1,2 persen, turun setengah poin persentase dari perkiraan sebelumnya, setelah tumbuh 1,7 persen pada tahun 2024.

Proyeksi untuk AS dipangkas sembilan persepuluh poin persentase dari perkiraan Januari menjadi 1,4 persen, dan prospek tahun 2026 diturunkan empat persepuluh poin persentase menjadi 1,6 persen. Menurut Bank Dunia, meningkatnya hambatan perdagangan, "ketidakpastian yang mencapai rekor tertinggi," dan lonjakan volatilitas pasar keuangan diperkirakan akan membebani konsumsi, perdagangan, dan investasi swasta.

Menanggapi ramalan tersebut, Gedung Putih menepisnya dengan mengutip data ekonomi terkini yang menunjukkan ekonomi yang lebih kuat. Juru bicara Gedung Putih, Kush Desai, mengatakan, "Prognosa Bank Dunia tidak bergantung pada data: investasi dalam peralatan bisnis riil melonjak hampir 25 persen pada kuartal pertama tahun 2025; pendapatan pribadi riil yang dapat dibelanjakan tumbuh pesat sebesar 0,7 persen bulan ke bulan pada bulan April; dan rakyat Amerika kini telah melihat tiga laporan pekerjaan dan inflasi yang melampaui ekspektasi secara berturut-turut."

Desai juga menambahkan bahwa paket anggaran besar yang sedang dibahas di Kongres akan memberikan keringanan pajak dan "lebih lanjut mendorong kebangkitan ekonomi Amerika di bawah Presiden Trump."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Homepage

UNDP Desak Percepatan Investasi Hijau

28 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
UNDP Desak Percepatan Inves...

Lisa Blackpink Rilis Video Musik “Tarantino”

31 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Lisa Blackpink Rilis Video ...
Luar Negeri
Tiongkok Tetapkan Status Si...

NASA: El Nino 2026 Mirip Peristiwa 1997

46 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
NASA: El Nino 2026 Mirip Pe...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.