Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Zaman Es Kecil yang Membekukan Bumi Utara

📅 Rabu, 11 Jun 2025, 07:06 WIB | Oleh:
Zaman Es Kecil yang Membekukan Bumi Utara Doc: AFP/Odd ANDERSEN
Ket. Gunung es mengapung di laut di Nuuk, Greenland, pada 4 Maret 2025.

BUMI pernah mengalami The Little Ice Age atau Zaman Es Kecil antara abad ke-14 hingga ke-19. Pada periode waktu suhu Bumi lebih dingin dibandingkan dengan periode sebelumnya dan sesudahnya.

Periode ini berlangsung kira-kira dari abad ke-14 hingga pertengahan abad ke-19 atau sekitar tahun 1300–1850. Sampai sekarang tidak diketahui dengan pasti tanggalnya karena catatannya cukup bervariasi tergantung wilayah.

Ciri-cirinya ditandai dengan musim dingin yang lebih panjang dan keras di banyak bagian Eropa dan Amerika Utara. Sedangkan di Pegunungan Alpen, Skandinavia, dan wilayah pegunungan lainnya gletser mengembang atau mengalami perluasan.

Pada saat itu Eropa, Alaska, dan Atlantik Utara berjuang melawan suhu yang sangat rendah yang membuat masyarakatnya cukup menderita. Meskipun penyebab pastinya tidak jelas, teori berkisar dari aktivitas vulkanik hingga perubahan orbit Bumi.

Salah satu gagasan yang meyakinkan menunjukkan bahwa penurunan populasi Pribumi di Amerika Utara memungkinkan hutan untuk merebut kembali lahan pertanian, menyerap sejumlah besar karbon dan memicu pergeseran iklim.

Istilah Zaman Es Kecil diperkenalkan oleh Francois Matthes, seorang geolog Belanda yang mencatat dalam laporannya tahun 1939 bahwa gletser di Sierra Nevada, California telah mengalami kebangkitan di beberapa titik selama beberapa ribu tahun terakhir. Sejak saat itu, istilah tersebut telah digunakan secara rutin oleh para sarjana.

Meskipun garis waktu pasti terjadinya masih belum diketahui, para ilmuwan telah berusaha untuk menentukan waktunya. Menurut analisis ilmuwan iklim Inggris Hubert Lamb terhadap catatan suhu yang berusia berabad-abad dari Eropa, terdapat iklim yang sangat hangat dari sekitar tahun 1000 M hingga 1200 M.

Periode tersebut diikuti oleh penurunan suhu yang berlangsung antara abad ke-14 dan ke-19. Periode dengan suhu dingin disebut sebagai Zaman Es Kecil. Tidak diragukan zaman ini mempengaruhi kehidupan manusia.

Sebaiknya Anda baca juga:

Para ilmuwan telah menemukan bukti peningkatan aktivitas pelayaran di beberapa wilayah yang memiliki lebih banyak es laut. Misalnya, sejak awal tahun 1600-an, terjadi peningkatan aktivitas perburuan paus di beberapa bagian Eropa. Hal ini terjadi karena tidak cukupnya minyak nabati. Selanjutnya, minyak paus menjadi alternatif yang cocok.

Tahun-tahun antara abad ke-16 dan ke-18 merupakan masa pertumbuhan di tempat-tempat seperti Republik Belanda. Meskipun terpengaruh oleh Zaman Es Kecil, negara tersebut mampu bertahan hidup dengan mengimpor hasil pertanian untuk mengimbangi berkurangnya panen.

Kapal-kapal yang membawa barang dagangan memungkinkan ekonomi republik tersebut berkembang pesat dengan meningkatkan perdagangan. Fluyt, model kapal khusus yang dirancang untuk mengangkut kargo melintasi lautan, dikembangkan selama periode ini. Hasilnya, Belanda berhasil sementara banyak tetangga mereka berjuang.

Pada saat yang sama, kemajuan teknologi pembuatan kapal Belanda serta perubahan arus laut memungkinkan kapal-kapal Belanda mencapai pasar yang jauh lebih cepat. Warga Belanda yang kreatif, misalnya, menciptakan pemecah es agar kapal dapat berlayar lebih mudah melintasi perairan yang tertutup es. Kapal-kapal tersebut memiliki lambung dan lunas kapal yang dimodifikasi sehingga memungkinkan mereka menembus es dengan lebih mudah.

Di tempat-tempat seperti Greenland, iklim menjadi lebih dingin dan lebih keras setelah tahun 1250. Greenland sebagian besar terputus oleh es dari tahun 1400-an hingga 1700-an. Akibatnya, penduduk Viking Nordik di sana terpaksa perlahan-lahan mengubah pola makan mereka dari hasil pertanian.

Gagal Panen

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Liga Arab Kukuhkan Nabil Fahmy sebagai Sekjen

17 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Pemimpin Korut Bertekad Per...
Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Nasional
Stimulus Harus Diikuti Refo...

Wabah Ebola Kongo Tembus 1.000 Kasus

1.5 jam yang lalu | Lukman

Luar Negeri
Wabah Ebola Kongo Tembus 1....
Luar Negeri
Yen Jepang Dekati Titik Ter...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.