TPST Bantargebang “Icon” Nasional Terancam Tumbang
📅 Rabu, 11 Jun 2025, 16:05 WIB | Oleh: Bagong SuyotoKelima, bantuan pendidikan. DKI pun memberi bantuan pendidikan untuk siswa berprestasi tingkat TK hingga SLTP di sekitar TPST. Program ini disebut Bandek Pendidikan. Tahun 2019, besarannya mencapai Rp199 miliar. Bandek pendidikan jumlahnya meningkat tiap tahun.
Keenam, menyerap tenaga kerja. Ratusan warga sekitar bekerja di TPST Bantargebang sebagai pesapon, operator, sopir truk sampah, security, office boy, dll dengan gaji lumayan besar. Gajinya paling kecil Rp5,5 juta.
Solusi Mendesak
Solusi mendesak harus dilakukan.Pertama, DKI dengan persetujuan Pemkot Bekasi harus memperluas lahan TPST sekitar 30–40 hektare. Jika tidak, akan sulit menata sampah yang overload. Lahan itu digunakan untuk pembangunan plant pengolahan sampah dan pembuatan zona baru.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kedua, penggunaan proven technology yang mampu mereduksi sampah 80–90 persen (teknologi thermal) atau 95–100persen (plasma gasifikasi). Bisa pilih teknologi refused derived fuel (RDF), pirolisis, insinerasi, gasifikasi, plasma gasifikasi, dll. Intinya, teknologi harus berkualitas tinggi mampu mereduksi sampah skala besar.

Ketiga, memperbaiki IPAS 1 yang rusak dan menambah satu IPAS lagi guna mengolah seluruh lindi TPST. Sekarang, sebagian lindi masih tak mampu dikelola, masuk ke drainase dan sungai.
Sebaiknya Anda baca juga:
Keempat, menambah ruang terbuka hijau (RTH) dan greenbelt sebagai pemisah antara TPST dengan pemukiman warga,juga berguna sebagai pengendali debu, serangga, penyejuk, dan keindahan.
*Oleh: Bagong Suyoto, Ketua Koalisi Persampahan Nasional (KPNas)11/6/2025
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!