Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

TPST Bantargebang “Icon” Nasional Terancam Tumbang

📅 Rabu, 11 Jun 2025, 16:05 WIB | Oleh:
TPST Bantargebang “Icon” Nasional Terancam Tumbang Doc: Dokumen KPNas
Ket. Kondisi TPTS Bantargebang

Perkembangan TPST Bantargebang dalam situasi buruk. Pembuangan sampah terbesar di Indonesia dan Asean digadang-gadang menjadi pilot project pengelolaan sampah nasional dilengkapi berbagai teknologi, jadi pusat riset nasional dan ekowisata. TPST Bantargebang icon nasional terancam tumbang akibat dirundung berbagai masalah.

Masterplan TPST dibuat bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) dirancang untuk metode sanitary landfill dan dioperasikan 1989. Metode ini dinilai murah dan ramah lingkungan. Namun, faktanya menerapkan open dumping mix control landfill.

TPST Bantargebang terletak di wilayah Kelurahan Cikiwul, Ciketingudik dan Sumurbatu Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi. TPST ini milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Luas awal 108 hektare terus bertambah menjadi 110,3 hektare.

Sampah yang dibuang ke TPST sekitar 7.500–8.000 ton per hari. Jumlah truk sampahberoperasi sebanyak 1.300 truk dan ratusan alat berat. Tiap hari suara bising, debu dan asap dari kenalpot kendaraan menambah pencemaran udara.

20250611155647_WhatsApp-Image-2025-06-11-at-15.04.18.jpeg

Buntutnya, KLH/BPLH akan memproses pengelola UPST/TPST Bantargebang ke ranah hukum karena dinilai tidak mematuhi Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 13646 tentang Penerapan Sanksi Administratif berupa paksaan pemerintah tanpa disertai denda. Ada 37 kewajiban yang harus dipenuhi. TPST DLH DKI diancam Pasal 114 UU No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Sekarang TPST sudah overload, sulit menata sampahnya. Belakangan, ketika hujan terjadi beberapa kali longsor di zona IV dan menguruk makam Mbah Raden Kebluk Sumurbatu. Juga, kondisi zona III sudah sangat kritis, seat belt-nya doyong dan sebagian roboh tak kuat menahan beban sampah.

Meskipun TPST punya RDF plant dan PLTSa, namun sampah yang diolah hanya 20 persen, selebihnya dibuang menjadi gunung-gunung sampah mencapai ketinggian 40–50 meter. Timbunan sampah di TPST lebih dari 55 juta ton, suatu saat akan jadi “bom waktu” malapetaka. Sementara leachate-nya sebagian mengalir langsung ke Kali Ciketing dan Kali Asem.

Pertambahan Volume Sampah

Data pertambahan volume sampah ke TPST Bantargebang. Tahun 2015 rata-rata sebanyak 6.419,14 ton/hari. Tahun 2016 rata-rata sebanyak 6.561,99 ton/hari. Tahun 2017 rata-rata sebanyak 6.875,49 ton/hari. Tahun 2018 rata-rata sebanyak 7.452,60 ton/hari. Tahun 2019 rata-rata sebanyak 7.702,07 ton/hari. Artinya, secara faktual terjadi peningkatan sampah yang dibuang ke TPST dalam kurun 4–5 tahun.

Jumlah volume sampah terus bertambah jika tidak diolah serius akan menimbulkan tragedi kemanusian dan lingkungan hidup. Beberapa kerugian masyarakat sekitar TPST Bantargebang, diantaranya:

Pertama, volume sampah makin banyak. Kondisi per 16 Januari 2023 hampir semua zona penuh, rata-rata ketinggian 40–50 meter. Pada 5 Juli 2025 TPST sudah overload. Volume sampah ke TPST Bantargebang semakin banyak menimbulkan rasa was-was terjadi bencana, seperti kebakaran dan longsor.

Kedua, beban estetika semakin buruk. Sampah semakin banyak tidak dipilah, tidak diolah menggambarkan kondisi estetika buruk. Bicara Bantargebang, maka selalu muncul “image” buruk, jorok, kumuh, sarang penyakit.

Ketiga, beban lingkungan semakin berat. Pertambahan volume sampah sekitar 2,2 juta ton sampai 2,7 juta ton per tahun tidak diolah secara signifikan mengakibatkan terjadi pencemaran udara, air permukaan dan dalam serta tanah semakin massif. Pencemaran udara kotor disebabkan oleh operasional TPST, asap dari alat berat dan truk sampah selama 24 jam, menambah rating pemanasan global dan perubahan iklim.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.