Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Emil Dardak Keliling, Sekarang Ruas Jalan Nganjuk–Kediri Makin Lebar dan Mulus

📅 Selasa, 10 Jun 2025, 16:15 WIB | Oleh:
Emil Dardak Keliling, Sekarang Ruas Jalan Nganjuk–Kediri Makin Lebar dan Mulus Doc: Istimewa
Ket. Plt. Gubernur Jatim, Emil Dardak juga menyoroti adanya bangunan permanen milik warga yang menutup akses ke saluran air, sehingga menyulitkan proses pemeliharaan.

SURABAYA — Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meninjau langsung progres pelebaran dan pengaspalan jalan provinsi sepanjang 4 kilometer di ruas Jalan Nganjuk–Kediri, tepatnya di Desa Kepatihan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Senin (9/6) sore. 

Dalam kesempatan tersebut, Emil menekankan pentingnya integrasi antara peningkatan kualitas jalan dengan penataan saluran air atau drainase, agar manfaat infrastruktur dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.

Ia menambahkan bahwa selain pelebaran, juga dilakukan pengaspalan ulang pada badan jalan yang rusak dengan ketebalan mencapai 30 cm. Oleh karena itu, fungsi drainase di sisi kanan dan kiri jalan menjadi sangat krusial untuk menunjang keberhasilan pekerjaan tersebut.

“Pekerjaan pelebaran ini mencakup masing-masing 1,2 meter di sisi kiri dan kanan jalan. Ini merupakan bagian dari upaya peningkatan jalan provinsi yang dilakukan secara bertahap oleh Pemprov Jatim,” ujar Emil lewat sebuah pernyataan. 

“Drainase harus benar-benar diperhatikan. Kalau saluran air tidak berfungsi dengan baik, maka perbaikan jalan tidak akan bertahan lama dan manfaatnya tidak akan maksimal,” imbuhnya.

Namun demikian, Emil menemukan sejumlah kendala di lapangan. Beberapa saluran air tampak tertutup lumpur, bahkan ada yang mengalami sumbatan total. Kondisi ini tentu menghambat fungsi drainase dan berpotensi menyebabkan genangan, terutama saat musim hujan.

“Kami minta agar saluran segera dibersihkan. Jangan tunggu sampai hujan datang. Aliran air harus lancar, saluran harus tetap fungsional,” tegasnya.

Lebih lanjut, Emil juga menyoroti adanya bangunan permanen milik warga yang menutup akses ke saluran air, sehingga menyulitkan proses pemeliharaan.

“Kalau saluran dipermanenkan dan tidak bisa dibuka, kami tidak bisa melakukan maintenance. Ini harus segera didata dan ditertibkan. Saluran air perlu tutup yang bisa dibuka-tutup, agar tetap terjaga fungsinya,” jelas Emil.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan proyek infrastruktur tidak hanya dinilai dari tampilan jalan yang mulus, tetapi juga dari sistem pendukungnya, termasuk drainase, yang menentukan ketahanan jangka panjang.

“Kita ingin jalan yang nyaman dan tahan lama. Maka dari itu, infrastruktur pendukungnya juga harus lengkap dan berfungsi baik. Tidak bisa dikerjakan setengah-setengah,” pungkasnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan ketat terhadap proyek-proyek infrastruktur, termasuk pelebaran jalan dan penataan drainase, guna memastikan kualitas dan kebermanfaatan infrastruktur bagi masyarakat luas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.