Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Film Dokumenter Mama Jo Sabet Penghargaan di Festival Film Golden FEMI

📅 Senin, 09 Jun 2025, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Film Dokumenter Mama Jo Sabet Penghargaan di Festival Film Golden FEMI Doc: Antara
Ket. Film dokumenter pendek asal Indonesia berjudul Mama Jo meraih penghargaan “Best Short Documentary” di Festival Film Golden FEMI yang diselenggarakan di Hotel Balkan Palace, Sofia, Bulgaria, Sabtu (7/6).

Jakarta - Film dokumenter pendek dari Indonesia berjudul Mama Jo meraih penghargaan “Best Short Documentary” di Festival Film Golden FEMI yang diselenggarakan di Hotel Balkan Palace, Sofia, Bulgaria, Sabtu (7/6).

Penghargaan terhadap film karya sutradara Ineu Rahmawati tersebut diterima oleh Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Republik Indonesia (KUAI KBRI) di Sofia, Irvan Fachrizal, demikian pernyataan pers KBRI Sofia yang diperoleh ANTARA di Jakarta, Minggu.

Melalui pesan yang disampaikan secara resmi di acara tersebut, Sutradara Ineu menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak dan permintaan maaf karena tidak bisa hadir di acara itu.

Melalui pesan itu, Ineu mengatakan bahwa film Mama Jo mengangkat kisah menyentuh tentang Santi, seorang ibu tangguh asal Indonesia, dan putranya, Johan, anak berusia sembilan tahun yang menderita cerebral palsy (lumpuh otak).

Melalui film dokumenter tersebut, Ineu ingin menyuarakan realitas tentang perjuangan
dan keteguhan keluarga penyandang disabilitas, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia.

"Film ini adalah pengingat bahwa inklusi, akses, dan martabat adalah hak universal yang harus kita junjung bersama," katanya dalam pidato penerimaan penghargaan di festival tersebut.

Sementara itu, mewakili sutradara Mama Jo sekaligus komunitas perfilman Indonesia, KBRI Sofia menyampaikan terima kasih kepada Festival Film Golden FEMI atas penghargaan tersebut dan berharap momentum itu akan mendorong kolaborasi yang lebih luas antar komunitas kreatif dunia.

Penghargaan tersebut dinilai mencerminkan apresiasi dunia internasional yang terus meningkat terhadap sinema Indonesia.

Pada 2024, jumlah penonton film nasional mencapai angka 68,95 juta, tertinggi dalam sejarah perfilman Indonesia yang telah berlangsung selama 98 tahun.

Hingga 2025, tercatat ada 2.088 layar bioskop di seluruh Indonesia, dan 60 persen dari total penonton lebih memilih menonton film lokal.

Lebih dari sekadar pencapaian box office, hal tersebut merupakan gerakan budaya yang menunjukkan kebangkitan cerita-cerita orisinal dan film yang menyuarakan berbagai sisi kemanusiaan.

Penghargaan Best Short Documentary tersebut menjadi bukti nyata bahwa film dapat menjembatani pemahaman lintas budaya dan membangun empati yang mendalam antarbangsa, sebut pernyataan pers KBRI Sofia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.