Manfaat Produk Susu Sangat Tergantung dari Kualitas Bahan Bakunya
📅 Minggu, 08 Jun 2025, 23:45 WIB | Oleh: Haryo BronoKementerian Pertanian Republik Indonesia juga menyampaikan apresiasinya terhadap upaya FFI memajukan peternakan lokal. Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, Ditjen PKH Kementerian Pertanian, Dr. Drh. Nuryani Zainuddin, M. Si. menekankan bahwa Hari Susu Nusantara adalah momentum penting untuk mengingatkan bahwa susu bukan sekadar minuman biasa.
“Di balik segelas susu tersimpan manfaat besar bagi kesehatan, kecerdasan, dan daya tahan tubuh, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Namun konsumsi susu masyarakat Indonesia masih sangat rendah, bahkan terendah di Asia Tenggara,” ujar dia.
“Untuk itu, kami mendorong peningkatan produksi susu dalam negeri agar kebutuhan gizi masyarakat dapat terpenuhi secara mandiri. Pemerintah menargetkan swasembada susu nasional pada 2029 melalui penambahan satu juta ekor sapi perah, modernisasi peternakan, dan kemitraan antara industri dan peternak. Ini adalah bagian dari Proyek Strategis Nasional dalam RPJMN, yang akan membuka peluang besar bagi generasi muda untuk terlibat aktif membangun ketahanan pangan bangsa,” imbuhnya.
Kemajuan sektor peternakan sapi perah juga tidak luput dari peran dan pendampingan akademisi. Transfer pengetahuan dan teknologi yang disampaikan FFI melalui program DD membantu dunia Pendidikan dalam menyampaikan tips-tips praktis kepada peternak muda. Pendampingan dari korporasi dapat semangat berinovasi berbasis kewirausahaan yang merupakan modal penting memajukan industri susu segar.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Dukungan industri kepada para peternak yang tidak hanya memperkuat kapasitas peternak lokal, tetapi juga menggerakan perekonomian yang berimbas pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat di sekitar peternak. Kami berharap generasi muda khususnya mahasiswa yang ada di bidang peternakan juga dapat mengambil andil kelak dalam mendukung meningkatkan daya saing sektor peternakan sapi perah Indonesia di masa depan,” jelas Prof. Dr. Idat Galih Permana, M.Sc. Agr., IPU, Dekan Fakultas Peternakan IPB.
Dalam diskusi yang membahas tentang teknologi peternakan dan pengolahan susu, Prof. Epi Taufik S.Pt., MVPH., M. Si, Guru Besar Bidang Ilmu dan Teknologi Susu, IPB berpendapat, inovasi dari teknologi peternakan hingga proses produksi susu sangat penting karena dapat menghasilkan produk susu yang berkualitas tinggi, aman dikonsumsi, dan bernilai gizi optimal. Kemajuan teknologi telah membuka potensi industri susu sebagai salah satu penopang ketahanan pangan nasional yang bernilai strategis.
Dengan teknologi, produksi susu jadi lebih efisien, kualitas lebih baik, dan masa simpan yang lebih panjang. Hal ini diperkuat dengan inovasi pengolahan menjadi produk susu siap minum untuk didistribusi ke konsumen.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Oleh karenanya harus meningkatkan pengetahuan dan keahlian dalam produksi dan pengolahan susu, membangun ekosistem susu segar nasional yang terintegrasi antara peternak, koperasi susu, dan industri didampingi pemerintah. Jika ini terjadi, maka kita sedang membangun masa depan industri susu yang tangguh dan berkelanjutan,” paparnya.
Andrew menambahkan, selain mendukung peranan peternak sapi perah juga mengingatkan peserta yang hadir akan pentingnya susu sebagai sumber gizi yang mudah diakses dan menyehatkan. Hari yang dirayakan sebagai Hari Susu Nusantara ini juga memberi makna tentang kebaikan susu yang lebih luas.
“Tidak hanya baik untuk kesehatan, kemandirian produksi susu segar dalam negeri juga memberikan ruang bagi peternak sapi perah lokal untuk maju dan berdaya, bagi dirinya, untuk masyarakat di sekitarnya, membangun cita-cita bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” lanjut Andrew.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!