Studi IBM: Adopsi AI di Indonesia Terbentur Keamanan Data, Infrastruktur TI, Etika, dan Talenta
📅 Kamis, 05 Jun 2025, 14:56 WIB | Oleh: Haryo BronoIa mengusulkan untuk menutup kesenjangan keterampilan talenta melalui kemitraan publik-swasta (Public Private Partnership). Meskipun 83% responden menyadari inisiatif pemerintah yang ada untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja, sebagian besar 97% menyerukan kemitraan publik-swasta yang lebih dalam, terutama dalam pengembangan AI dan keterampilan digital.
Peran Kepemimpinan
Para pemimpin bisnis menunjuk pada ciri-ciri kepemimpinan modern seperti kemampuan beradaptasi dan agile (71%), kolaborasi dan orientasi tim (63%), dan fokus yang kuat pada inovasi teknologi (78%) sebagai faktor penting dalam mendorong keberhasilan bisnis di lanskap digital yang berkembang pesat.
"Waktu untuk eksperimen telah berakhir. Kami percaya sekarang adalah waktu yang tepat memulai transformasi nyata untuk era baru AI ini. Bisnis dan pembuat kebijakan sama-sama memiliki peluang unik untuk membentuk pertumbuhan berbasis AI dalam skala besar. IBM bertujuan untuk bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan dan berkontribusi pada pengembangan ekosistem AI yang kuat di Indonesia," kata Catherine.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!