Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sektor Krusial, Pertanian Seharusnya Jadi Prioritas Pemerintah

📅 Kamis, 05 Jun 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Sektor Krusial, Pertanian Seharusnya Jadi Prioritas Pemerintah Doc: ANTARA /Yusuf Nugroho
Ket. Buruh tani menanam bibit padi di persawahan Desa Wates, Undaan, Kudus, Jawa Tengah, Rabu (4/6). Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus menyebutkan selama Januari-Mei 2025 luas lahan sawah yang ditanami padi di wilayah itu sudah mencapai 12.266 hektare

JAKARTA - Di tengah melambatnya sejumlah sektor terutama manufaktur, sektor Pertanian, Perikanan dan Perkebunan kembali tampil sebagai penyelemat dengan tumbuh 10,52 persen. Kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang signifikan menunjukkan kalau sektor tersebut seharusnya mendapat prioritas dari Pemerintah. 

Bukan kali ini saja, pada saat pandemi Covid-19, sektor pertanian juga tampil sebagai penyelamat perekonomian dengan menjadi salah satu sektor yang tumbuh positif bersama dengan sektor telekomunikasi.

Pengamat pertanian dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur, Surabaya, Zainal Abidin, mengatakan, laporan INDEF membuktikan bahwa pertanian dan pangan merupakan sektor yang krusial dan layak mendapat perhatian lebih dari pemerintah.

“Sektor pertanian memang memberikan kontribusi langsung terhadap PDB, terutama di negara-negara dengan ekonomi yang masih bergantung pada sektor primer seperti Indonesia. Ini menunjukkan langkah-langkah pemerintahan sekarang yang memberikan keberihakan lebih pada sektor pertanian membawa hasil,” kata Zainal.

Seharusnya, jika hal itu dilakukan dari dulu dampaknya akan lebih terasa karena peningkatan produktivitas pertanian dapat meningkatkan pendapatan petani dan mengurangi kebergantungan pada impor pangan, yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Jika dipertahankan dan ditingkatkan, pertanian yang maju tidak hanya akan membantu ketahanan dan kemandirian pangan tapi juga untuk mencapai pemerataan ekonomi karena sebagian besar masyarakat kita ada di desa,” katanya.

Sektor pertanian sendiri papar Zainal membutuhkanbanyak tenaga kerja sehingga akanmemberikan lapangan kerja bagi banyak orang.

Data yang dirilis Institute for Development of Economics and Finance (Indef) dalam laporan bertajuk Monitoring Issue of Food, Energy and Sustainable Development sebelumnya menyebutkan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencatat pertumbuhan tahunan tertinggi sebesar 10,52 persen pada triwulan I 2025.

Dengan capaian tersebut, sektor pertanian menjadi penyumbang utama Produk Domestik Bruto (PDB) nasional di tengah perlambatan sektor lain.

Anggota Dewan Pengurus Daerah (DPD) Pemuda Tani Indonesia DIY, Pranasik Faihaan mengatakan capaian itu seharusnya dimaknai sebagai momentum strategis untuk memperkuat pondasi sektor pangan nasional, bukan sekadar catatan statistik.

“Pertumbuhan ini membuktikan bahwa pertanian masih sangat vital bagi perekonomian kita. Ini saat yang tepat bagi pemerintah untuk benar-benar menempatkan sektor pangan sebagai pilar utama pembangunan nasional secara berkelanjutan,” katanya saat dihubungi di Yogyakarta, Rabu (4/6).

Data Indef menunjukkan lonjakan pertumbuhan pertanian didorong oleh produksi padi dan jagung yang masing-masing meningkat 51,45 persen dan 39,02 persen secara tahunan. Panen raya yang bertepatan dengan Ramadhan dan Idul Fitri, serta kondisi cuaca yang mendukung, menjadi faktor penting peningkatan tersebut.

Pranasik juga menekankan bahwa pertumbuhan produksi belum tentu langsung sejalan dengan peningkatan kesejahteraan petani. Masalah tata niaga yang belum sepenuhnya berpihak pada petani masih menjadi tantangan nyata di lapangan.

“Pemerintah memang telah mengambil langkah dengan menyerap gabah melalui Bulog. Namun cakupannya masih perlu diperluas agar petani tidak lagi terjebak pada harga jual yang rendah akibat dominasi tengkulak. Yang kita butuhkan adalah sistem tata niaga yang adil dan menyeluruh, dari hulu ke hilir,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Liga Arab Pasang Badan Tola...
Daerah
Wonosobo Andalkan Dieng Cal...
Rona
Cermati Bahaya Tekanan Dara...
Nasional
Ada yang Tahu Jumlah Cagar ...
Kasus Tukiyem, Dukcapil Kota Bengkulu sebut Proses KK Memenuhi Syarat

Kasus Tukiyem, Dukcapil Kota Bengkulu sebut Proses KK Memenuhi Syarat

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.