Russia-Ukraina Mencapai Kesepakatan, Tapi Konflik Belum Usai
📅 Kamis, 05 Jun 2025, 01:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SSebelumnya, Presiden Trump terbuka untuk duduk bersama dengan mitranya dari Russia dan Ukraina di Turki sebagai bagian dari inisiatif yang lebih luas untuk mengakhiri perang Kremlin terhadap tetangganya di Eropa Timur.
“Presiden telah menyatakan bahwa dia terbuka untuk itu jika memang diperlukan, tetapi dia menginginkan kedua pemimpin dan kedua belah pihak untuk duduk bersama di meja perundingan,” kata Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebelumnya pada hari yang sama menawarkan untuk mengadakan pertemuan puncak yang melibatkan dirinya dan para pemimpin dari ketiga negara tersebut.
Berbicara setelah rapat kabinet, Erdogan mengatakan “keinginan terbesarnya” adalah mempertemukan Presiden Russia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Istanbul atau Ankara.
“Saya bahkan ingin membawa (Presiden AS Donald) Trump juga,” ujarnya, saat delegasi Russia dan Ukraina bertemu di Istanbul untuk putaran kedua negosiasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Itu benar-benar pertemuan yang luar biasa. Sebagai hasil dari pertemuan ini, meskipun sebelumnya telah terjadi pertukaran tahanan, kali ini jumlah pertukaran melebihi seribu,” ucap Erdogan.
Erdogan menuturkan bahwa jika para pemimpin benar-benar bertemu di Turki, ia juga akan hadir dalam pertemuan itu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!