Fadli Zon Pastikan Keamanan Situs Sejarah di Raja Ampat, Komitmen Lestarikan Warisan Budaya
📅 Kamis, 05 Jun 2025, 17:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara Foto
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengakui bakal memastikan dan menyelamatkan situs sejarah yang mungkin saja terdampak tambang nikel di kawasan Raja Ampat, Papua Barat Daya.
“Saya belum cek ya, tapi kita memang tentu saja berusaha semaksimal mungkin menyelamatkan, melindungi situs-situs bersejarah,” ujar Fadli Zon saat ditemui di kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Kamis.
Ia menambahkan bahwa pihaknya senantiasa berusaha menyelamatkan situs-situs bersejarah salah satunya batu prasasti Cianten yang berpotensi rusak karena tergerus air.
"Sehingga mungkin prasasti tulisannya itu semakin memudar,” katanya lagi.
Dia juga berharap situs-situs lain yang telah didaftarkan sebagai cagar budaya nasional dapat terlindungi dari berbagai pengaruh yang mampu merusak esensi atau nilai yang dimiliki prasasti.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kementerian Kebudayaan hingga kini masih mengusahakan agar status cagar budaya nasional juga dapat tersemat untuk situs gua purba yang ada di Kalimantan Timur yakni gua Sangkulirang yang memiliki sekitar 2.500 lukisan purba dari 58 gua dapat terbebas dari ancaman kerusakan yang diakibatkan pabrik semen.
“Kita juga berusaha untuk menghindari pengaruh itu. Dan saya juga akan pelajari tentu kita akan melakukan intervensi kalau terkait dengan cagar budaya atau situs-situs bersejarah yang berpotensi terganggu,” katanya lagi.
Diberitakan sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memutuskan untuk menghentikan sementara operasi pertambangan nikel dari PT GAG Nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya.
"Kami untuk sementara, kita hentikan operasinya sampai dengan verifikasi lapangan," ujar Bahlil dalam jumpa pers di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Kamis.
Menurut Bahlil, perusahaan tersebut baru bisa beroperasi lagi sampai hasil verifikasi dari Kementerian ESDM keluar.
Bahlil mengatakan, pihaknya segera turun langsung ke lokasi di lapangan untuk melihat kondisi yang sebenarnya terjadi. Ia pun sudah dijadwalkan untuk meninjau lokasi tambang nikel tersebut.
"Untuk sementara kegiatan produksinya disetop dulu, sampai menunggu hasil peninjauan verifikasi dari tim saya," imbuhnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!