Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Empat Korban Tanah Longsor di Gunung Kuda Belum Ditemukan

📅 Selasa, 03 Jun 2025, 22:15 WIB | Oleh:
Empat Korban Tanah Longsor di Gunung Kuda Belum Ditemukan Doc: Antara

Cirebon - Tim SAR Gabungan belum menemukan empat korban yang diduga masih tertimbun longsor di lokasi tambang galian C Gunung Kuda Cirebon, Jawa Barat, hingga operasi pencarian memasuki hari kelima.

Komandan Kodim 0620/Kabupaten Cirebon Letkol Inf Mukhammad Yusron di Cirebon, Selasa, mengatakan pencarian sudah dilakukan sejak pagi tadi, namun hingga petang hasilnya masih nihil.

“Pencarian di hari kelima ini belum membuahkan hasil. Namun, kami terus berupaya secara maksimal,” katanya.

Ia menjelaskan operasi gabungan pada hari kelima, diawali dengan doa bersama untuk keselamatan tim dan harapan agar korban segera ditemukan.

Kendati begitu, kata dia, karena kondisi di lapangan yang tidak memungkinkan dan potensi longsor susulan cukup tinggi, maka operasi pencarian serta evakuasi korban dihentikan sementara.

“Kita lanjutkan esok hari, dan akan diawali dengan doa lintas agama bersama jajaran forkopimda dan keluarga korban,” ujarnya.

Yusron menuturkan pencarian korban dibatasi dalam masa tanggap darurat selama tujuh hari, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Cirebon.

Setelah masa itu berakhir, menurutnya akan dilakukan evaluasi bersama keluarga korban dan pemerintah daerah untuk menentukan langkah selanjutnya.

“Kami akan rapatkan kembali dengan forkopimda dan keluarga korban untuk menentukan arah pencarian ke depan,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Lapangan Kantor SAR Bandung Mamang Fatmono menuturkan ancaman terbesar dalam pencarian saat ini adalah potensi longsor susulan, sehingga petugas harus bekerja ekstra hati-hati.

Ia menyebutkan berdasarkan informasi dari Inspektur Tambang Kementerian ESDM, terdapat sembilan titik patahan tanah yang aktif di area Gunung Kuda.

Dia mengungkapkan patahan terpanjang di area itu, bahkan mencapai 100 meter dan masih terus bergerak.

“Patahan itu miring dan posisinya memanjang ke bawah. Kalau tidak kuat, bisa runtuh sewaktu-waktu,” ujarnya.

Mamang menyampaikan pemantauan pergerakan tanah dilakukan setiap 10 hingga 15 menit, menggunakan alat total station milik PT Indocement.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.