Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Viral Pengantin Anak di Lombok, Ini Kata Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi

📅 Senin, 02 Jun 2025, 12:33 WIB | Oleh:
Viral Pengantin Anak di Lombok, Ini Kata Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi Doc: ANTARA
Ket. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi.

MATARAM - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi, menekankan seruan moral dan peringatan keras terhadap maraknya kekerasan seksual di pesantren dan pernikahan dini yang merugikan generasi muda.

Hal ini disampaikan TGB melalui keterangan tertulis diterima wartawan di Mataram, Senin (2/6),  pada momen silaturahmi majelis dakwah yang digelar PB NWDI sekaligus perayaan istimewa hari ulang tahun TGB yang ke-53.

Menurut TGB, kejahatan seksual di lembaga pendidikan adalah bentuk pengkhianatan terhadap Allah dan amanah umat, serta pelanggaran terhadap hukum, agama, dan akal sehat. Untuk itu, ia menyerukan pentingnya pembaruan niat (tajdidun niyyah) dan perbaikan diri (islahun nafs) di kalangan pendidik, serta penguatan sistem pengawasan internal.

TGB juga mengumumkan secara resmi pembentukan Lajnah al-Hisbah, sebuah lembaga pengawasan internal di bawah PB NWDI yang akan mengawal jalannya pendidikan sesuai dengan nilai-nilai Islam dan menjaga kehormatan santri.

"Lembaga ini diharapkan menjadi sistem proteksi dini agar pesantren tetap menjadi tempat yang aman, bersih, dan mendidik secara ruhani dan akhlak," ujarnya.

Mengenai pernikahan dini, TGB menegaskan sikap PB NWDI yang menolak praktik tersebut dengan mengacu pada fatwa ulama internasional dan ketentuan usia legal 19 tahun.

Ia menyampaikan bahwa pernikahan sebelum usia matang secara mental dan fisik hanya akan membawa risiko lebih besar, terutama bagi anak-anak perempuan.

Dalam konteks lokal, TGB juga mengkritisi praktik merariq (kawin lari) yang menurutnya telah mengalami penyimpangan dari nilai asli keberanian dan tanggung jawab. Ia menilai praktik tersebut sekarang kerap disalahgunakan dan merugikan anak-anak, menyebabkan mereka kehilangan masa depan dan hak pendidikan.

Oleh karena itu, ia menyerukan agar adat tetap dijaga namun bentuknya diperbarui agar tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama dan prinsip perlindungan anak.

Selain itu, ia menyampaikan pentingnya menyatukan visi dakwah yang adaptif terhadap zaman dan berlandaskan nilai-nilai keilmuan, akhlak, serta strategi yang solutif.

"Lima prinsip utama dakwah NWDI yakni ilmu yang mendalam, akhlak yang mulia, pendekatan kontekstual, penggunaan media yang bijak, serta keteguhan niat dan kesabaran dalam berdakwah," katanya.

Majelis dakwah yang digelar PB NWDI dihadiri oleh jajaran Pengurus Harian PB NWDI, Ketua dan Wakil Ketua Majelis, Lajnah dan Badan PB NWDI, para Dewan Masayeikh MDQH NWDI Pancor, perwakilan tuan guru NWDI se-Pulau Lombok, peserta kaderisasi Majelis Dakwah, serta anggota Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Wilayah NTB.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

56 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.