Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KLH Peringatkan Dampak Ekonomi Akibat Sampah Plastik di Laut

📅 Senin, 02 Jun 2025, 17:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
KLH Peringatkan Dampak Ekonomi Akibat Sampah Plastik di Laut Doc: Antara
Ket. Sejumlah warga bersama komunitas Anak Muda Sadar Sampah (Ankam) mengumpulkan sampah di Pantai Kastela Ternate, Maluku Utara, beberapa waktu lalu.

Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyebutkan sampah plastik di laut tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga memberikan dampak pada ekonomi lewat peningkatan biaya pengelolaan sampah dan kesehatan.

"Sampah plastik juga berdampak pada ekonomi karena biaya pengelolaan sampah akan meningkat serta biaya kesehatan termasuk pemrosesan akhir di daerah yang berada di pesisir juga meningkat," kata Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLH Rasio Ridho Sani dalam Seminar Nasional Hari Lingkungan Hidup 2025 dipantau daring dari Jakarta, Senin.

Sesuai dengan tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 yaitu "Mengakhiri Sampah Plastik", dia menjelaskan terdapat urgensi menghentikan peningkatan timbulan sampah plastik karena dampaknya terhadap lingkungan dan perekonomian.

"Tidak hanya membahayakan kelestarian lingkungan dan kesehatan manusia serta makhluk hidup lain karena terdegradasi tidak sempurna menjadi mikroplastik, sampah plastik sekali pakai dapat menurunkan pendapatan destinasi wisata pantai dan laut," ujarnya.

Rasio juga menyoroti keberadaan sampah plastik dapat meningkatkan biaya operasional pelayaran dan penangkapan ikan serta menurunkan pendapatan nelayan akibat turunnya jumlah tangkapan ikan.

"Komitmen pemerintah sangat jelas di dalam RPJMN khususnya Perpres Nomor 12 Tahun 2025 di mana target tahun 2025 persentase sampah terkelola mencapai 51,21 persen dan target 2029 persentase sampah terkelola mencapai 100 persen," tuturnya.

Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 34,2 juta ton sampah yang dilaporkan dari 317 kabupaten/kota pada 2024, sebanyak 19,74 persen di antaranya adalah sampah plastik. Timbulan sampah plastik berada di peringkat kedua jenis sampah terbesar setelah sisa makanan dengan persentase 39,26 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
  • Kartu Transportasi Bersubsidi Bocor, DPRD DKI Minta Data Diperketat
    Preview komentar:
    Membaca sorotan DPRD DKI mengenai kebocoran kartu transportasi ...
  • XLSMART Berhasil Raih Kinerja Solid Semester I 2026.
    Preview komentar:
    Keberhasilan XLSMART dalam memperluas cakupan 5G hingga 52 ...

Juli Jadi Bulan Terpanas Kedua Dunia

9 menit yang lalu | Lukman

Luar Negeri
Juli Jadi Bulan Terpanas Ke...

Apa yang Terjadi pada Masa Depan X-Men di Bawah Marvel?

31 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
Apa yang Terjadi pada Masa ...
Daerah
Viral Tukang Cukur Soal Ben...
Olahraga
Formula E Gandeng Disney+ d...
Olahraga
Memphis Depay Murka, Tuduh ...
Persija dan Dewa United Jadi Lawan Brisbane Roar saat Tur Pramusim di Indonesia

Persija dan Dewa United Jadi Lawan Brisbane Roar saat Tur Pramusim di Indonesia

12 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.