Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mari Ramai-ramai Dukung Pelestarian Burung Paruh Bengkok

📅 Minggu, 01 Jun 2025, 13:27 WIB | Oleh:
Mari Ramai-ramai Dukung Pelestarian Burung Paruh Bengkok Doc: ist
Ket. burung paruh bengkok

AMBON -  Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Maluku bersama Lembaga Konservasi Kakatua Indonesia (KKI) mengampanyekan pelestarian burung paruh bengkok. Kegiatan ini dalam memperingati  Worlds Parrot Day atau hari burung paruh bengkok sedunia.

“Kita memakai kostum kakatua, dengan membawa poster-poster terkait informasi kelestarian burung paruh bengkok di monumen perdamaian dunia pusat Kota Ambon,” kata Ketua KKI Dudi Nandika di Ambon, Minggu.

Sebanyak 600 poster dan flyer yang berisi ajakan dan edukasi untuk menghentikan eksploitasi burung paruh bengkok dibagikan kepada para pengguna jalan.

“Kami memaknai hari burung paruh bengkok sedunia ini sebagai momentum untuk memberikan informasi kepada masyarakat bahwa burung paruh bengkok yang ada di Indonesia ini masih sangat tinggi eksploitasinya,” katanya.

Oleh sebab itu, dia ingin menginformasikan kepada masyarakat bahwa burung paruh bengkok ini adalah aset bagi masyarakat, yang jika dipahami, spesies ini dapat menjadi salah satu modal untuk mendatangkan pemasukan untuk daerah.

“Baik itu melalui ekowisata serta dampak ikutan lainnya, khususnya untuk masyarakat di sekitar kawasan hutan,” tuturnya. Dudi mengatakan bahwa upaya konservasi perlu terus dilakukan agar dapat memberikan manfaat kepada kehidupan masyarakat dan melarang perdagangan burung paruh bengkok dan kakatua di Maluku.

Menurutnya, tingginya permintaan global dan domestik terhadap burung paruh bengkok sebagai hewan peliharaan dengan konsekuensi pemindahan dari alam liar untuk perdagangan gelap, menyebabkan penurunan tajam jumlah burung ini di seluruh dunia.

"Perburuan dan penyelundupan ilegal merupakan ancaman terbesar pada spesies ini," ujarnya. Indonesia diidentifikasi sebagai negara dengan prioritas tertinggi dalam konservasi burung paruh bengkok dan kakatua berdasarkan jumlah spesies, endemisitas dan ancamannya (penangkapan dan penyelundupan).

Burung paruh bengkok dan kakatua merupakan jenis yang memiliki peranan penting dalam menjaga dan memperbaiki regenerasi hutan serta merupakan bagian ekosistem yang harus dijaga keseimbangannya.

"Kami berharap melalui kampanye ini dapat menekan aksi perburuan atau penjualan ilegal burung paruh bengkok demi menjaga spesies tersebut," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
  • Pariwisata Indonesia Siap Naik Kelas! Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis hingga India
    Langkah proaktif Kementerian Pariwisata melalui Sales Mission Pune ...
  • Jakarta Didorong Jadi Pusat Industri Kopi Nasional, Libatkan 193 Ribu Pelaku Usaha
    Membaca artikel yang sangat komprehensif ini, saya merasa ...
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
Olahraga
Mourinho Cuekin Duel Lawan ...
Nasional
Karhutla Dekat IKN Capai 45...
Advertisement
Ramai-ramai Memprotes Buku Islam Ala Prabowo   

Ramai-ramai Memprotes Buku Islam Ala Prabowo  

07 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 3
# 3
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.