Program Cek Kesehatan Gratis di Kabupaten Kediri Sasar Pelajar
📅 Sabtu, 31 Mei 2025, 21:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
KEDIRI – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat umum, tapi juga menyasar pelajar yang berusia 5-18 tahun.
"Khusus bagi kalangan pelajar ini, CKG dilakukan setelah memasuki tahun ajaran baru 2025/2026, diawali dari SMA Dharma Wanita Boarding School Kediri. Nanti (akan menyasar) sekolah-sekolah di tahun ajaran baru,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri Ahmad Khotib di Kediri, Sabtu (31/5).
Ia menambahkan, CKG ini ditujukan guna mendeteksi secara dini berbagai risiko penyakit mulai dari diabetes, jantung, kanker, hipertensi, sampai potensi stroke.
Jika ditemukan risiko tersebut, petugas akan memberikan rekomendasi kepada warga bersangkutan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan menggunakan jaminan kesehatan yang dimiliki.
“Pentingnya masyarakat mempunyai jaminan kesehatan. Kalau ada indikasi penyakit tertentu, masyarakat bisa menggunakan jaminan kesehatan ke faskes (fasilitas kesehatan) sehingga ada tindakan lebih lanjut,” ujar dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menambahkan, CKG sudah dilakukan ke masyarakat umum. Hingga 27 Mei 2025, program itu di Kabupaten Kediri telah menyasar sebanyak 12.189 warga.
Khotib menambahkan, kegiatan deteksi dini ini diharapkan bisa meningkatkan umur harapan hidup masyarakat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka harapan hidup masyarakat Kabupaten Kediri pada 2024 di angka 75,07 tahun.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Melalui CKG pula, petugas sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat pentingnya meningkatkan kesadaran untuk hidup sehat dan produktif," kata dia.
Sementara itu, CKG di SMA Dharma Wanita 1 Pare dilaksanakan berbarengan dengan kegiatan seleksi penerimaan siswa baru. Di mana menjadi salah satu persyaratan bagi siswa didik yakni lolos kesehatan baik fisik maupun mental.
Subkoordinator Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Etik Siti Rahayu, menambahkan pemeriksaan kepada calon siswa di SMA Boarding School Kediri ini meliputi screening penyakit tidak menular.
Hasil pemeriksaan tersebut kemudian akan dilaporkan kepada pihak sekolah sebagai rekapitulasi sekaligus data rujukan jika ditemukan resiko penyakit yang dialami calon siswa. Hal ini dinilai sangat penting mengingat para siswa nantinya akan menjalani kehidupan asrama.
“Nantinya hasil pemeriksaan ini kalau ditemukan faktor resiko (tensi tinggi, gula darah tinggi) nanti akan kita rujuk ke puskesmas, dan kalau memang harus ada penanganan lanjutan akan dilanjutkan ke rumah sakit,” kata Etik Siti Rahayu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!