36 Juta Orang Sudah Manfaatkan CKG, Sakit Gigi dan Tensi Tinggi Mendominasi
📅 Rabu, 08 Okt 2025, 03:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan data terkini terkait program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Sejauh ini sudah ada sekitar 40 juta orang yang mendaftar CKG dan 36 juta di antaranya sudah dicek kesehatannya, dengan masalah terbanyak berupa sakit gigi, dan tekanan darah tinggi.
“Sudah ada hasilnya. sudah kelihatan masalah kesehatannya di mana, dan dari 36 juta ini yang paling banyak adalah sakit gigi, dan tekanan darah tinggi, itu yang mesti dilakukan pengobatan lebih nih,” katanya saat jumpa pers di Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Pangsar Soedirman, Jakarta, Selasa (7/10).
Dia menjelaskan bahwa CKG adalah inisiatif dari negara guna menjaga agar warga Indonesia tetap sehat dan tidak sampai masuk ke rumah sakit. Budi menyebut bahwa semua penyakit berat, seperti kanker, sakit jantung, tidak serta merta ada, namun ada tanda-tandanya beberapa tahun sebelum penyakit semakin parah.
“Biasanya paling gampang darah tinggi, atau kolesterol orang Indonesia itu didiemin, sudah kena stroke, kena jantung nah itu sebabnya kenapa Cek Kesehatan Gratis dijalankan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, dia juga mengingatkan awak media untuk memeriksakan kesehatan dirinya. “Jadi para wartawan, jangan lupa cek kesehatan gratis. Ini hadiah dari Bapak Presiden Prabowo untuk setiap tahun sehingga kalau bisa sehat terus, tidak pernah sakit, tidak pernah masuk rumah sakit,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memastikan seluruh awak media mendapatkan pengobatan gratis di RSPPN. “Semua awak media berobat ke sini gratis,” kata Sjafrie.
Sontak para awak media yang menghadiri jumpa pers tersebut tepuk tangan setelah mendengar pernyataan tersebut.
Dia melanjutkan, rumah sakit di bawah Kementerian Pertahanan itu dipastikan memberi pengobatan gratis, bahkan di luar fasilitas yang disediakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. “Tanpa BPJS juga gratis. Terhitung mulai tanggal 5 Oktober 2025 (HUT ke-80 TNI),” jelasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelumnya, tiga pejabat negara itu menggelar rapat tertutup di RSPPN. Rapat tersebut membahas kerja sama pengembangan obat antara Kementerian Pertahanan, Kementerian Kesehatan dan BPOM.
Taraf Internasional
Diketahui, Menhan telah menyepakati kerja sama dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar untuk meningkatkan kualitas Rumah Sakit Pusat Pertahanan Nasional (RSPPN) Soedirman menjadi rumah sakit taraf internasional.
Peningkatan taraf kualitas rumah sakit itu dilakukan agar RSPPN Soedirman memiliki tenaga kesehatan, obat-obatan dan fasilitas yang berkualitas sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.
Dalam jumpa pers di RSPPN Soedirman, Jakarta Selatan, Selasa, Sjafrie mengatakan RSPPN sudah memiliki ragam fasilitas mumpuni sehingga layak dianggap sebagai rumah sakit bertaraf internasional. Ant/S-2
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!