Perjalanan ke pulau Padar; jejak langkah di antara bukit dan lautan
📅 Sabtu, 31 Mei 2025, 17:40 WIB | Oleh: Sujar“Selama mendaki tolong dijaga kebersihan sepanjang rute pendakian dengan tidak membuang sampah sembarangan, tidak membuang puntung rokok dan jangan terlalu dipaksakan jika tidak bisa sampai puncak,” kata Ilham pemandu wisata yang ada di pos penjagaan Pulau Padar.
Terdapat 800 anak tangga yang harus dilalui oleh wisatawan jika ingin mencapai pos lima yang merupakan puncak dari Pulau Padar.
Untuk menuju ke pos pertama, sejumlah anak tangga yang terbuat dari kayu sudah disusun rapi, kurang lebih kemiringan untuk mencapai ke pos tersebut sekitar 190 derajat.
Sukses mencapai pos satu, wisatawan akan disuguhi jalur pendakian dengan anak tangan dari batu yang mulai menanjak tajam.
Sebaiknya Anda baca juga:
Setiap langkah menuju puncak Pulau Padar adalah perjalanan yang menguras tenaga, sekaligus menenangkan jiwa. Di sisi kanan dan kiri, hamparan laut biru kehijauan menyatu dengan lekuk teluk dan tebing curam.
Suara napas yang berat berpadu dengan desir angin yang berembus lembut, membuat waktu seakan melambat. Beberapa wisatawan yang telah mencapai puncak dan kembali ke pantai, memberi semangat kepada yang baru mulai naik ke puncak.
Sekitar 30 menitan pendakian, tibalah kami di titik paling terkenal di Pulau Padar, titik foto legendaris yang kerap membanjiri media sosial. Dari puncak ini, ketiga teluk dan seluruh kontur pulau terlihat sempurna, seperti miniatur alam semesta yang dikurasi langsung oleh "tangan" Tuhan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Banyak pengunjung terdiam lama di sini, tidak ingin melewatkan momen magis yang hanya bisa dirasakan, bukan sekadar diceritakan. Mereka mengabadikan momen karena sudah berada di puncak.
Namun ada pula yang sudah merasa puas berada di pos tiga dan empat, karena sudah tidak mampu lagi sampai ke puncak pulau tersebut.
Amelia, wisatawan asal Belanda, bercerita bahwa dia sudah dua kali ini ke pulau tersebut. Pertama kali datang pada tahun 2019, dan pada 2025 ini mendaki lagi dengan suaminya. Ia mengaku masih sangat terkesan dengan suasana pulau tersebut yang dinilainya indah luar biasa.
Terik Matahari yang belum terlalu menyengat karena waktu masih menunjukkan pukul 08.00 WITA, serta angin sepoi-sepoi di puncak bukit itu, membuat beberapa wisatawan tetap ingin bersantai di puncak pulau, sambil mengabadikan momen.
Usai menikmati panorama dan mengabadikan momen, perjalanan dilanjutkan turun kembali ke pantai. Saat tiba di bawah, para pedagang kaki lima yang menjual suvenir langsung menawarkan jualannya kepada wisatawan.
Beberapa wisatawan beristirahat sambil menunggu waktu untuk melanjutkan ke lokasi yang lain, memesan air kelapa murni yang dijual oleh warga yang tinggal tidak jauh dari Pulau Padar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!